Menulis Cepat dan Tepat di Media Luring dan Daring
Menulis Cepat dan Tepat di Media Luring dan Daring
Nara
Sumber :
Catur Nurochman Octavian
Moderator :
Bambang
Resume
oleh : Suminar,
S.Pd.SD (SDN Total Persada, Kota Tangerang)
Biodata
Narasumber:
Catur
Nurrochman Oktavian
Penulis
20 buku, redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sejak Jan 2019, telah
menghasilkan ratusan artikel tersebar di media daring dan luring. Guru SMP yang
hobi menulis sejak 1999, buku pertamanya terbit tahun 2003. Pendidikan S1 di
UNS, S2 di UPI Bandung. Sejak Juli 2019 menjadi Ketua Departemen Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat Pengurus Besar PGRI.
Pembelajaran daring kali ini adalah
sesi pertama yang saya ikuti, karena saya baru bergabung dalam WA grup Belajar
Menulis Bersama Omjay. Sebagai pendatang baru, saya sangat kepo sekali. Saya sering
membuka dan membaca pesan di WA grup, namun saya masih malu/minder untuk
menulis pesan. Kebetulan sekali materi kali ini sesuai sekali untuk memperbaiki
diri saya.
Bakda
Maghrib, saya siapkan perlengkapan untuk menyimak materi yang akan disampaikan
oleh Narasumber. Saya buka laptop agar mudah merangkum materi yang disampaikan
oleh Narasumber. Saya simak satu persatu pembicaraan dalam grup WA dan saya
salin.
Omjay
yang baik hati membuka sesi dengan menyapa “Assalamu alaikum. Selamat malam
semuanya.Malam ini kita akan mendapatkan materi dari pak catur yg akan dipimpin
atau dimoderatori pak bambang. Kepada pak Bambang Dipersilahkan.”
Pak
Bambang biasa disapa Mr. BamS mengucapkan “Terima kasi Om Jay” dan menyapa kita
semua “Ya...selamat malam semua. Ijinkan saya Bambang boleh panggil Mr.BamS. Hari
ini kita kedatangan narasumber yang luar biasa.”
Narasumber
Pak Catur Nurrochman Oktavian menyapa kita “Assalamualaikum warrahmatullahi
wabarakatuh. Selamat malam salam sejahtera untuk kita semua. Semoga semuanya
dalam keadaan sehat.” Alhamdulillah kami
semuanya sehat. Enaknya kita sapa apa ya buat pa Catur? Mas Catur ? Om Catur
saja. Ok Om.... Narasumber kita banyak
Om nya.
Untuk
materi Om Catur dipersilahkan sampai pukul 20.00 WIB. Sisanya sampai jam 21.00
kita tanya jawab. Om Catur dipersilahkan untuk menyampaikan materinya.
Passion
Om Catur dalam menulis dimulai sejak 1999. Pertama menerbitkan karya dalam
bentuk buku di tahun 2003. Sampai sekarang alhamdulillah terus menulis. Sesuai
materi kita malam ini menulis cepat dan tepat di media luring dan daring’
Pertama,
kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Apa itu musuh utamanya?
Musuh utama menulis adalah rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus
kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring
atau daring. Takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi,
dan takut takut lainnya. Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan.
Setiap
penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”. Tidak ada alasan tidak
menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika
menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja
menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika
mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.
Isaac
Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui
bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Saya garis bawahi.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Menulis hal yang aktual dan sesuai
dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan
diterbitkan. Seperti dikatakan asimov tadi, seorang penulis yang baik, maka ia
dapat menulis dengan cepat.
Perlu
diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia
dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Menulis
adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail
pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan
kecepatan pengerjaan.
Menulislah
dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika
menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika
menulis? Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya
tulisan orang lain atau copy the master.
Noted:
Jangan
paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda.
Kalau
suka traveling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah
menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana
dengan cara Anda. Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan
yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat
pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis
itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat
dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka
tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening
pembaca berkerut.
Menulislah
seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan
Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu
sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?
Bagi
seorang pemula:
Mengapa
Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang
dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf
tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan
redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel
yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja
yang tersedia di media tersebut. Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan
dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak
faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual?
Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Setelah
mendapatkan sharing dari saya di atas, mengapa masih ada keraguan menghasilkan
draf tulisan? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya
banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Draf tulisan yang jelek masih
dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali.
Om
catur mengakiri paparan materinya dengan salam “Selamat malam. Terima kasih
atas perhatian Bapak dan ibu semua.”
Om
makasih banyak....
Sesi Tanya Jawab
P1
Pertanyaan
:
Assalamualaikum
pak Catur, Nama saya Rasita dari Kabupaten Mukomuko Bengkulu. Pertanyaan saya, “Apa
contoh kata dan kalimat yang kita masukkan dalam cerita sehingga pembaca tidak
paham. Terima kasih”
Jawaban
:
Terima
kasih ibu Rasita dari Bengkulu. Pertanyaan yang bagus. Hindari menulis dengan
kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh:
Ruangan
yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat stasiun
UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang
membawa penumpang dari Jakarta-Bogor PP, itu biasanya sampai aku berangkat
kerja, suara itu sering terdengar, sehingga aku sering hafal beberapa kalimat
petugas stasiun.
P2
Pertanyaan:
Kalimat
di atas memusingkan
Assalamu’alaikum
wr wb sampai hari ini saya belum yakin saya bisa menulis, saya bertanya:
1. Bagaimana agar isi tulisan itu penting, apakah
kita harus menukis yg ilmiah ilmiah ambillah seperti artikel?
2. Apakah
gaya selingkung itu?
3. Apa yang dimaksud menurut bapak mana yang
lebih mungkin sebagai pemula menukis untuk menjadi buku atau menulis artikel
untuk dibukukan?
Jawaban:
1. Pertanyaan
pertama ini coba saya jawab. Agar tulisan menjadi penting, maka pesan dan
informasi yang dibutuhkan pembaca bisa tersampaikan dengan baik dan jelas.
Seperti yang saya sampaikan di atas, mulailah dari hal yang Anda sukai. Kalau
Anda suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel
populer, features yang ringan, maka kerjakanlah ini.
2. Gaya
Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai jati diri, penciri media itu. Sesuai
dengan kebijakan redaksi masing masing. Misal, ada media yang membatasi bahwa
tulisan yang akan dimuat di medianya minimal 600 kata, hurufnya times new
roman, spasi 1.15, dsb.
3. Memulai
menulis artikel yang Anda sukai temanya. Dan yang lebih penting mulailah
menulis
P3
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum,
Om Catur perkenalkan nama saya Winarti dari Tangerang, saya mau bertanya
bagaimana kiat-kiat untuk menghilangkan rasa takut untuk menulis atau berkarya
dan bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa percaya diri menulis atau
berkarya? Terima kasih Om CAtur.
Jawaban:
Waalaikumsalam. Ibu Winarti dari Tangerang. Terima kasih atas
pertanyaan yang bagus ini. Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan menulis.
Menulis saja terus menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek.
Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak
menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki)
P4
Pertanyaan:
Menumbuhkan
rasa percaya diri menulis adalah dengan terus menulis.Selamat malam Pak,
bagaimana kiat mengelola konsentrasi yang efektif dalam menulis? Terimakasih.
Yulius Roma-Tana Toraja
Jawaban:
Selamat
malam. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengelola konsentrasi yang efektif adalah
dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah
dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan
sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda
sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih
baik. Passion
P5
Pertanyaan:
Assalamualaikum
om Catur. Saya Andy Muhtadin-Beltim Ke.Babel. Menulis dengan simpel dan apa
adanya dengan cepat tiga hal bagi kami pemula ini sebuah hal yg sangat sulit
dan rumit, jadi jika itu dilakukan terkadng sangat simpel, sedikit, pendek, dan
langsung pada poinnya saja. Bagaimana tipsnya agar sesuai dengan harapan
pembaca ?.
Jawaban:
Waalaikumsalam
pertanyaan yang bagus dari Babel. Menulislah seperti Anda berbicara. Ketika
Anda berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan
kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika Anda berbicara kepada
orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami.
Tipsnya. Menulislah dengan kalimat yang tidak panjang-panjang. Menulislah
seperti berbicara. Ketika berbicara
kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat
dengan bahasa yang berlebihan. Ketika
berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang
dapat mudah dipahami, iya kan?
P6
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum
Om Catur, Saya Pak Etik dari Kabupaten Pemalang. Bagaimana Teknis menulis cepat
, apa kita membuat kerangka dulu atau langsung mengalir saja. Terima kasih
Jawaban:
Waalaikumsalam
Pak Etik dari Pemalang. Pertanyaan yang bagus. Ada beragam teknik yang
dilakukan penulis. Ada yang senang memulainya dengan membuat kerangka tulisan,
ada yang menuliskan kerangka seperri spider web. Ada pula penulis yang langsung
menuangkan dari pikirannya ke dalam tulisan. Namun biasanya setiap artikel
memiliki kerangka, Judul, lead (pendahuluan), isi, dan penutup. Silakan
memilihnya sesuai dengan gaya dan kesukaan Anda. Selamat menulis.
P7
Pertanyaan:
“Selamat
malam, saya Ari Rumbini dari Purbalingga, mau kepo dikit. Apa yang memotivasi
anda pertama kali menulis ? Dan tema apa yang anda tulis ?”
Jawaban:
Selamat
Malam, Ibu Ari Rumbini Purbalingga. Kepo
yang menarik. Yang memotivasi saya menulis adalah rasa suka. Passion. Ada
kenikmatan dan kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan
melalui tulisan. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi, lalu menulis
artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga. Menulis
keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan.
Menyenangkan. Saat ini menjadi redaktur pelaksana sebuah majalah, maka menulis
menjadi suatu pekerjaan. Hampir tiap hari dituntut menulis.
P8
Pertanyaan:
“Maaf
Om Catur, bagaimana caranya agar tulisan kita tetep nyambung atau konsisten
dengan tujuan awal ketika kita mulai menulis, karena terkadang kita tidak mesti
langsung selesai dalam menulis?“ Agus Purwadi, Ponjong
Jawaban:
Saya
maafkan Pak Agus Ponjong. Dalam menulis memang ada kalanya tidak selesai
langsung. Apalagi ketika writer's block itu datang. Agar tetap konsisten, maka
kita dapat membaca tulisan tulisan orang lain yang sejenis atau dari buku
bacaan sebagai referensi. Sehingga ada ide-ide yang kita bisa gali lebih
lanjut. Yang jelas dalam menulis dilarang keras plagiat. Mengambil begitu saja
karya orang lain tanpa dicantumkan sumbernya. Ini yang dilarang. Tapi kalau
mengembangkan ide dari tulisan orang lain, sah-sah saja.
P9
Pertanyaan:
Selamat
mlm pak Catur. Saya seorang kontributor di sebuah tabloid pendidsikan Nasional.
Artikel yang saya tulis selalu berupa reportase, Bagaimana caranya ya..supaya
bisa berkembang lagi, sehingga jenis tulisan itu bs masuk kategori lain? Rumondang
sianturi( butet) Tangerang.
Jawaban:
Selamat
malam Ibu. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus. Apakah ibu suka travelling?
Atau suka membaca buku biografi? Atau suka menganalisis kebijakan pendidikan? Kalau
ibu jawab suka, maka mulailah menuliskan dari hal yang ibu sukai. Tentu akan
ibu hasilkan sesuatu yang luar biasa. Cobalah.
P10
Pertanyaan:
Selamat
malam. Super Om Catur. Materi yang
Simple, Padat, Familiar & Mantul. Menulis cepat bagi kami yang lebih senang
mendengar, bagaimana triknya agar banyak yang bisa terekam Om? Salam.Bernad.Toraja.
Jawaban:
Selamat
malam Bapak yang super pula pertanyaannya. Luar biasa. Terima kasih atas
perhatiannya. Penulis yang baik biasanya adalah pengamat yang baik. Bagi yang
suka mendengar atau kecerdasan audionya lebih, maka ketika mendengar sesuatu,
maka siapkan catatan. Catat poin penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Atau pembicaraan direkam, kemudian barulah dituliskan. Banyak jalan menuju
roma, banyak cara untuk menghasilkan karya.
P11
Pertanyaan:
Tanya
pak catur mukminin- Lamongan. Untuk menulis di rubrik opini koran berapa kata
maksimal? Terima kasih
Jawaban:
Siap
dijawab Pak Mukminin dari Lamongan. Pertanyaan yang bagus. Seperti saya sudah
utarakan di atas, bahwa tiap media memiliki gaya, ciri masing masing sesuai
kebijakannya. Tidak selalu sama. Itulah yang dinamakan gaya selingkung. Misal, media jawa pos mengharuskan tulisan
opini minimal 600 kata. Atau majalah Suaraguru, untuk tulisan opini minimal 700
kata. Jadi berbeda-beda. Bisa ditanyakan di redaksi masing-masing atau biasanya
tertulis di salah satu bagian media itu.
Akhir
Pembicaraan: Om Catur, terima kasih banyak. Terima kasih atas perhatian bapak
dan ibu semuanya. Selamat malam. Selamat istirahat. Teruslah menulis. Terima
kasih banyak Bapak moderator yang hebat.
Kesimpulan :
- Langkah pertama dalam menulis harus dapat mengalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis yaitu rasa takut dan malas.
- Mood harus disingkirkan dari benak kita jika menghambat kerja otak dalam menulis.
- Menulislah dengan simpel dan apa adanya sesui gaya atau menjadi diri sendiri dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.
- Menulis itu untuk dibaca dan seperti berbicara, sehingga harus jelas, simpel, dan tujuan pesan dapat dipahami oleh pembaca.
- Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali. Untuk itu kita harus semangat mencoba menulis.
Salam Blogger
Salam Literasi
Suminar

Mantul resumenya. Menulis itu mudah asal tahu caranya
BalasHapusTerima kasih banyak Omjay atas ilmunya...
BalasHapusTerbitnya blog ini juga belajar dari you tube Omjay.
Masih belajar dan terus belajar....