Menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah





Materi              : Menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah
Narasumber     : Wijaya Kusumah, M.Pd.

 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Virus corona telah menjadi wabah yang melanda dunia, termasuk negara kita Indonesia. Virus yang sangat mudah dan cepat menular. Virus ini belum ditemukan vaksin dan obatnya. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya nya adalah dengan pencegahan/pembatasan penularan virus tersebut. 

Dalam hal ini, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan. Salah satunya adalah Sosial Distancing dan bahkan PSBB. Hal ini tentunya berdampak pula pada dunia pendidikan. Mulai pertengahan bulan Maret 2020 di beberapa daerah khususnya Propinsi Banten mengharuskan guru dan peserta didik belajar di rumah. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membatalkan pelaksanaan UNBK yang rencana akan di hapuskan pada tahun 2021, karena Covid-19, terpaksa pada tahun ini UN di hapuskan, untuk melindungi guru dan peserta didik dari penyebaran virus corona. Oleh karena itu berbagai upaya dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk belajar di rumah. Bagaimana Pola belajar efektif dari rumah dapat di lakukan. Mari bersama kita simak penjelasan dari narasumber kita. 


Sehubungan dengan berhalangannya pak Munif Chotib, karena harus berangkat ke Surabaya, maka materi beliau omjay gantikan, Semoga masih bisa diterima oleh kawan-kawan semuanya.

Siang ini kita kembali akan mendapatkan materi serta pengalaman yang akan memguatkan kita dalam kelas menulis ini. Akan hadir pemateri kita Omjay, yang seharusnya Pa Munif.
Assalamu alaikum Warahmatullahi wabaraktuh. Selamat siang guru guru hebat Indonesia. Siang ini omjay akan berbagi pengalaman dalam menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah.

Berikut ini Omjay beri contoh pembelajar dari rumah, 

Silahkan ditonton dulu, dan berikan komentarnya

            Saat belajar di rumah, harusnya guru dan siswa sama-sama menyenangkan. “Di sana senang di sini senang” Itulah inti dari pembelajaran efektif, yang sebenarnya terjadi di rumah. Baik di rumah guru, maupun di rumah siswa. Bagaimana pembelajaran itu bisa terjadi? Salah satunya karena akses internetnya lancar. Kalau tidak lancar, maka pembelajaran tidak menyenangkan, jadi menegangkan. Karena jika internet mati, jadi tidak bisa mengikuti pembelajaran.

            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 885) pola adalah suatu system kerja atau carakerja sesuatu. Sedangkan menurut Kamus antropologi, pola adalah rangkaian unsur-unsur yang sudah mantap mengenai suatu gejala dan dapat dipakai sebagai contoh dalam menggambar atau mendeskrifsikan gejala itu sendiri (Suyoto, 1985: 327).

Menciptakan adalah membuat sesuatu yang baru, dari belum ada menjadi ada. Dari sesuatu yang benar-benar tercipta karena kondisi yang dibuat oleh guru itu sendiri, sesuai dengan tehnologi yang ada.

Belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahan tersebut dalam bentuk peningkatan prilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Menurut Skiner, pengertian belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlaku secara progresif. Sedangkan C.T Morgan mendefinisikan belajar adalah suatu perubahan yang relative dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman yang telah lalu.( https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-belajar.html)

Efektif bisa diartikan sebagai suatu yang dapat mencapai tujuan maksimal yang diharapkan. Pengertian efektif merupakan suatu usaha yang dilakukan secara maksimal sesuai yang diharapkan, selain itu efektif juga bisa diartikan sebagai salah satu usaha yang tidak pernah lelah sebelum harapan yang di inginkan belum tercapai. (https://pengertiandefinisi.com/pengertian-efektif/). Sementara rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah yang nyaman dapat memberikan kenyamanan bagi yang menepati rumah tersebut. Ada ungkapan “rumahku adalah surgaku.”

Berdasarkan definisi-definisi  diatas pola Belajar efektif dari rumah dapat diartikan sebagai suatu susunan kegiatan yang dapat di gunakan untuk melakukan proses perubahan tingkah laku yang maksimal dari suatu tempat yang nyaman agar dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran harus menyenagkan semua.

Dengan demikian peserta didik yang melakukan pola belajar efektif dari rumah dapat membuat rencana kegiatan belajar dengan membuat perencanaan, penjadwalan yang berlangsung terus menerus di dalam rumah. Jawal ini harus di ikuti secara konsisten, disiplin dan terjadwal. Rumah sebagai tempat tinggal dapat dijadikan sarana pembelajaran yang membuat nyaman bagi peserta didik. Penjadwalan kegiatan dapat di buat sebagai patokan untuk melakun kegiatan belajar misalnya dengan membuat jadwal dari mulai bangun tidur sampai ke tidur lagi. Ingat lagu mbah Surip”Bangun tidur ...tidur lagi..... bangun ... tidur lagi..... he he he...”

Kalau anak-anak kita sudah terbiasa membuat jadwal pembelajaran dari rumah, seperti halnya kegiatan home schooling. Maka mereka dilatih untuk mandiri. Mencoba mencari sendiri pengetehuan-pengetahuan, yang mereka dapatkan dari internet. Tentu dibutuhkan pendamping. Dalam hal ini orang tua yang selalu mengawasi anak-anaknya di rumah. Dan guru memantau dari rumahnya masing-masing, dengan menghubungi orang tuanya melalui grup WA.

Guru dan orangtua dapat bekerjasama dalam membuat jadwal. Dimana jadwal tersebut dapat dibuat sesuai dengan selera peserta didik sendiri, yang penting dapat dilaksanakan secara konsisten. Dengan jadwal yang terpola sedemikian rupa peserta didik dapat melakukan dengan konsisten setiap harinya, maka peserta didik akan terbiasa dengan pola yang terjadwal. Perubahan prilaku peserta didik akan mengalami peningkatan yang di harapkan, ini lah yang disebut belajar. Rumah yang merupakan tempat tinggal dapat di rancang sedemikian rupa agar peserta didik merasa nyaman, bisa dilakukan sambil selonjoran, lebih bagus lagi bila ada meja belajar yang di hususkan untuk kegiatan belajar. Hal inilah yang membuat belajar menjadi menyenangkan. Siswa merasa nyaman tetap belajar di rumah.

Dengan terbiasa melakukan pembelajaran yang terjadwal perserta didik akan terlihat perbedaannya dengan peserta didik yang tidak menggunakan perencanaan pembelajaran yang terjadwal. Peserta didik yang terbiasa dengan jadwalnya, maka akan selalu menggunakan jadwal tersebut sebagai patokan. Sebagai patokan kegiatan hari ini. Harus melaksanakan sesuatu yang berarti. Sementara peserta didik yang tidak melakukan penjadwalan akan kurang dalam peurbahan tingkah lakunya dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tes penilaian dan penugasan yang dilakukan oleh gurunya. Oleh karena itu peserta didik harus terbiasa dengan kegiatan rutin hariannya dan dibuatkan jadwal kegiatan yang terpola. Agar efektif dalam proses belajar, peserta didik harus sudah terbiasa membaca buku refrensi, hal ini untuk menambah pengetahuan tambahan.

Menciptakan belajar efektif dari rumah harus direncanakan dan terjadwal. Bagaimanapun efektif belajar harus membiasakan diri untuk konsisten disiplin dalam mengikuti jadwal yang sudah dibuat. Peserta didik yang terbiasa menggunakan penjadwalan belajar di rumah akan mengalami perubahan tingkah laku yang sangat signifikan. Sementara peserta didik yang tidak menggunakan perencanaan dalam pembelajaran bahkan tidak pernah mau belajar akan memperoleh penilaian yang tidak maksimal. Oleh sebab itu menciptakan belajar efektif dari rumah harus di bimbing oleh orang tua atau guru, sehingga peserta didik terbiasa dan konsisten dengan jadwal yang dibuatnya sendiri. Sekaligus melatih kemandirian siswa, untuk disiplin masalah waktu.

Contoh pembelajaran jarak jauh di SMP Labschoool Jakarta.






Contoh Pembelajaran jarak jauh yang terjadwal:




Berikut ini contoh pembelajaran di kelas omjay, 

Prinsip yang harus diperhatikan dalam menciptakan pola pembalajar dari rumah adalah kegiatan pembelajaran harus menyenangkan semua. Siswa senang, orng tua senang dan gurunya juga senang. Akses internet lancar, dan guru bisa menggunakan berbagai aplikasi yang sesuai dengan kondisi siswa di rumah.
Gunakan teknologi yang ada untuk menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah. Bila adanya hanya WA Group, gunakan WA Group tsb dengan memadukan antara teks, foto dan video.
Saya menyarankan bapak ibu untuk melejitkan keterampilan menulis iswa lewat blog di internet. Sebab siswa dapat belajar menulis secara online melalui blognya masing-masing.
Siswa dibiasakan untuk menulis apa yang ingin disampaikannya, dengan begitu bukan hanya lisan saja yang terlatih, tapi juga tulisan.

Berikut ini Omjay contohkan pjj sekolah dasar,



Kesimpulan materi hari ini adalah dalam menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah, guru harus mempunyai peta kelas atau kondisi siswa di rumah dan disesuaikan dengan kondisi guru di rumah. Artinya, komunikasi guru dan siswa dari rumah masing-masing harus membuat mereka saling berinteraksi dan berdiskusi sehingga pembelajarn menjadi menyenangkan dan bermakna. Semua itu bisa dilakukan bila kegiatan Pembelajaran jarak jauh dibuat secara terjadwal. Kegiatan harus membuat siswa menjadi mandiri dan menemukan kemerdekaan belajar,

Semoga materi yang omjay sampaikan siang ini bermanfaat buat kawan kawan semua. Bila ada yang ingin ditanyakan, kita bisa diskusi melalui WA Group ini. Nanti kawan kawan bisa bertanya kepada pak bambang Purwanto sebagai moderator sesuai dengan nomor WA yang dibagikan di atas, terima aksih.

Tanya Jawab :
1.      Tentang pembelajaran yang efektif dari rumah, Jadwal belajarnya ditentukan oleh guru berdasarkan jadwal pelajaran seperti hari-hari biasa atau kah dirubah? Pembelajaran nya lebih menekankan kepada pembentukan karakter mandiri yang berefek pada keseharian siswa? Lalu untuk pencapaian ranah kognitif nya dapat kita ukur dalam satu hari satu mapel atau bagaimana untuk jenjang SD.
“Walaikum salam, jadwal jelas harus berubah, tidak sma dengan tatap muka di sekolah, pembelajaran lebih kepada 3 hal yaitu literasi, numerasi, karakter dengan memadukan iptek dan imtak. Untuk peneilian guru dapat melakukan penilaian berbasis proyek atau potofolio, disesuaikan dengan kondisi murid SD.”

2.      Mungkin tidak bila sistem pembelajaran daring nntinya bila frasa siswa atau guru lebih nyaman. Akan mmberi efek pada pembelajara konvensional yang lazim kita laksanakan sebelum wabah Corona terjadi? Kalau memang ada efek tidak baiknya, apa kira-kira lngkah yang bisa kita lakukan ?
“Mungkin nanti akan terjadi pembelajaran blended learning, ada tatap muka di kelas dan ada tatap muka di dunia maya, oleh karena itu guru harus belajar sepanjang hayat supaya tidak tergantikan oleh teknologi modern.”

3.      Untuk keberhasilan pembelajaran daring yang efektif kepada siswa yang terkendala tidak memiliki HP atau jaringan yang lemot  bagaimana solusinya?
“Solusinya gunakan teknologi yang ada. kalau yang ada kertas atau buku, maka gunakan itu, sebab mau tidak mau, suka atau tidak suka, siswa dan guru akan dipaksa menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan SDM unggul.”

4.      Selama BDR ini, disekolah kami melaksanakan pembelajaran melalui group WA. Di akhir pertemuan, guru memberi tugas sebagai instrumen penilaian. Namun sayang, ternyata yang mengumpulkan tugas hanya maksimal 75% siswa saja. Bagaimanakah cara yang bisa kita tempuh agar siswa juga aktif mengumpulkan tugas tersebut?
5.      “Jangan dipaksa, biarkan mereka mengerjakan tugasnya dengan sukarela. Kita cukup mengingatkan saja bila ada murid atau siswa yang belum mengumpulkan tugasnya, ortu harus diberitahu karena kerjasama guru dan ortu sangat penting dalam pembelajaran yang efektif dari rumah”

6.      A.. Bagaimana cara mengatasi pembelajaran apabila anak-anak memiliki minim sarana daring ?
B. Untuk anak TK pembelajaran yang dinilai adalah proses bukan tergantung hasil. Sementara kadang anak tidak mau mengirimkan tugas misalnya merekam hafalannya.bercerita dan mengerjakan tugasnya.
Jawab:
A. Harus sabar dan gunakan fasilitas yang ada, ingatlah film laskar pelangi, ditengah keterbatasan, justru bu muslimah bisa melahirkan anak anak yang hebat dan bisa berkeliling dunia.
B. Untuk anak TK pembelajaran yang dinilai adalah proses bukan tergantung hasil. Sementara kadang anak tidak mau mengirimkan tugas misalnya merekam hafalannya.bercerita dan mengerjakan tugasnya. Hal itu juga kami alami, jadi tetap sabar menunggu mereka menyelesaikan tugasnya bukan sebagai beban tapi sebagai kebutuhan siswa untuk mendapatkan pengetahuan. Tetap komunikasi dengan orang tua siswa.

7.      A.   Bagaimana penilaian siswa yang tidak aktif dikarenakan beberapa kendala dalam pembelajaran daring untuk saat ini walaupun sudah terjadwal?
B. Penilaian yg tepat untuk pembelajaran daring seperti ini yang cocok itu seperti apa? Mengingat pak menteri pernah mengatakan jika pembejaran daring ini tidak boleh dimasukkan dalam penambahan penilaian pada erapor.
Jawab:
A.  Dicatat, kemudian diberikan surat teguran dari sekolah, kemudian dicaritahu apa masalahnya. Sebab bisa jadi ada masalah serius di keluarga siswa, seperti ortunya kena phk, atau sakit, dll.
B. Mengingat pak menteri pernah mengatakan jika pembejaran daring ini tidak boleh dimasukkan dalam penambahan penilaian pada erapor. Kalau masalah cocok itu reltif karena kondisinya tidak sama di setiap daerah. Guru dapat melakukan inovasi sendiri sesuai dengan pencapaian siswa, anda bisa memba kembali artikel yang saya bagikan di atas, https://www.kompasiana.com/isardasukitasim/5ead48f5d541df3a7323d8e5/menciptakan-belajar-efektif-dari-rumah?page=4

8.      Dalam menciptakan pola belajar yang efektif dr rumah itu.kita sdh mmbuat jadwal dan berharap siswa juga bisa melaksanakan. Pembelajaran sesuai jadwal tersebut.tapi pada knyataan yang kami alami di sekolah kami.ada sebagian siswa yang kurang mmperhtikan sehingga daapt menhambat kelancaran proses pembelajaran sesuai  jadwal yang disampaikan. Bagaamana sikap kita untuk hal tersebut om.. Mengingat siswa blm bisa  mngikuti pmljaran sesuai jadwal secara konsisten.. .banayak dari para wali siswa mngeluhkan untuk pmbelajaran darrumah ini siswa tidak menurut kata ortu.shingga tugas-tugas yang diberikan tidak terselesaikan dengan cepat.akhirnya pmbjran ini di rasa tidak efektif. Bagmna tindakan kita sebagai guru. Mengingat peserta didik kami masih pada kelas rendah( SD).
“Guru harus melakukan evaluasi dan refleksi diri, mungkin ada yang kurang tepat disampaikan kepada  murid. Kolaborasi guru sangat penting dalam memecahkan masalah ini, oleh karena itu komunikasi dengan teman sejawat sangat diperlukan dalam menciptkan pola pembelajaran yang efektif dari rumah. Pembelajaran jarak jauh harus membuat murid dekat dengan gurunya, bukan justru menjauhkan murid dengan guru. Perlu ada komunikasi dengan org tuas murid yang terus menerus.”

9.      Apakah ada kendala yang dialami dalam PJJ selain jaringan internet, dan mohon arahanya dalam mengatasinya?
“Pasti ada, bukan hanya akses internet tapi juga fasilitas yang dimiliki siswa dan guru di rumah. Kalau akses internet tidak ada gunakan teknologi yang ada di sana, misalnya cuma ada sms, belum ada wa, siswa punya hp tapi tanpa kamera, maka telpon langsung adalah solusinya walaupun guru harus keluar biaya pulsa cukup besar. Jadi setiap guru akan mengalami hal yang bergam, inilah dinamikannya dan jangan lupa pengalaman kita dituliskan di blog sehinga dapat menginspirasi guru lainnya.”

10.  Keluhan siswa tidak konsisten guru menggunakan aplikasi, sehingga selain harus belajar lagi cara menggunakan aplikasi juga terlalu banyak kapasitas penyimpanan data yang terpakai. Berdasarkan pengalaman aplikasi yang paling cocok, mudah, dan efektif yang mana?
“Omjay saat ini menggunakan aplikasi zoom dan anak anak suka, walaupun ada aplikasi yang lain, tapi berdasarkan pengalaman pakai zoom itu murah dan mudah cara pemakaiannya.”

11.  1. Disekolah saya masih banyak siswa belum punya HP Android.
2. Ada yang punya HP tapi alasan tidak mampu beli kuota.
3. Pembelajaran dirumah terjadwal. Bagaimana trik/solusi guru dalam  menghadapi siswa seperti ini?
Jawab:
1.Gunakan hp yang ada dulu, dan sederhana saja, buat modul khusus untuk kondisi seperti ini dengan penugasan yang tak terlalu sulit.
2. Kalau ini guru harus coba cari donatur atau sponsor, peran komite sekolah harus diperdayakan sehingga guru terbantu dengan adanya komite sekolah.

12.  Yang saya alami saat masa pandemi ini sungguh dilematis. Dengan zonasi sekolah kami dengan siswa-siswa tinggal di daerah terpelosok dan kondisi ekonomi siswa kami. Ini kendala besar pembelajran secara daring yang dilakukan. Adakah solusi menarik untuk tetap menciptakan belajar efektif dirumah dengan menyenangkan?
“Kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal baru buat Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Kreativitas dan inovasi guru sangat diperlukan dalam memberikan solusi dari masalah yang dihadapi. Bila pembelajaran jarak jauh tidak bisa dilaksanakan, maka gunakan pembelajaran jarak dekat, guru bisa mengunjungi rumah muridnya bila alat komunikasi tidak ada. memang dibutuhkan pengorbanan luar biasa untuk menjadi guru tangguh berhati cahaya. apalagi bila rumah siswa dan guru sangat jauh. itu adalah resiko dari sebuah pengabdian, terutana buat guru di daerah 3T. Omjay salut dan memberikan penghormtan dengan guru guru tangguh sperti ini. Mereka selalu datang dengan solusi dari masalah yang dihadapi walaupun peran pemerintah di daerah sangat kurang. tapi yakinlah dengan pesan pak harfan dalam film laskar pelangi. hiduplah dengan memberi sebanyak banyaknya, bukan menerima sebanyak banyaknya.”

13.  BDR kami sebagian besar melalui WA Grup, kendala BDR kami  sinyal lemah dan guru belum punya  laptop yang mendukung, bagaimana solusi BDR yang efektif dan berapa prosentase pembagian materi pembelajaran antara imtaq dan iptek agar tujuan pembentukan karakter peserta didik tercapai?
“Pakai wa juga efektif kok, buktinya omjay gunakan WA Group untuk belajar menulis dan murah biayanya.”

14.  Namun pembelajaran online ada plus minusnya. Terutama pada penggunaan kuota internet. Dengan pola on off bisa membantu pelaksanaan belajar.  Yang saya tanyakan Adakah pola lain yang lebih hemat di era pandemi ini bapak? Mengingat ekonomi rakyat sedang terpuruk.
“Ada, gunakan wa group atau line group. Saya sering menggunakannya dengan bentuk teks, karena bentuk teks ini tidak makan kuota banyak”

15.  Apakah dengan penjadwalan belajar siswa yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh guru dan bekerja sama dengan orang tua ini menunjukkan setiap siswa memiliki jadwal yang berbeda-beda. Apakah maknanya sudah mengorganisir semua mapel yang ada pada kurikulum ? Dan apakah penjadwalan ini bisa memfasilitasi setiap siswa yang memiliki kemampuan belajar yang berbeda misalnya ada siswa yang lebih condok ke tipe pembelajar visual, kinestetik, naturalis dll
“setiap penjadwalan disesuaikan dengan kesepakatan guru di sekolah tersebut dengan memeprhatikan gaya belajar siswa.”

16.  Tentang pembelajaran daring dari rumah dikaitkan dengan kenaikan kelas, Apakah cukup dari nilai daring atau bgmana karena tatap muka juga tidak pernah?
“Penilaian hanya guru yang bersangkutan yang lebih tahu, kalau dirasa dengan online sudah cukup nilainya, maka gunakan itu, tapi bila belum cukup bisa gunakan waktu remedial melalui online. hal itu saya lakukan bila ada nilai siswa yang kurang dgn menghubungi wali kelas dan orang tua siswa, biasanya kami rapat dengan dewan guru untuk meberikan solusi terbaik buat siswa yang jarang hadir.”


Alhamdulillah, tuntas sudah penjelasan materi kali ini.
“Dalam menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah, guru harus mempunyai peta kelas atau kondisi siswa di rumah dan disesuaikan dengan kondisi guru di rumah. Sehingga pembelajaran menyenangkan dan bermakna.”

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Suminar


Komentar

  1. https://wijayalabs.wordpress.com/2020/05/18/menciptakan-pola-belajar-yang-efektif-dari-rumah-bersama-omjay/

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ROHIS JUMAT SDN TOTAL PERSADA

KEPEDULIAN "PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA" SDN TOTAL PERSADA