Strategi Pemasaran Buku
Strategi Pemasaran Buku
Narasumber : Agus Subardana, S.E., M.M.
Moderator : Wijaya Kusumah, M.Pd.
Resume
Oleh : Suminar, S.Pd.SD
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah...
Malam
ini, malam pertama bulan Ramadhan. Puji syukur, masih dipertemukan dengan bulan
yang penuh rahmat dan keberkahan. Gabung dalam grup belajar menulis,
merupakan satu keberkahan di bulan ini.
Materi
sebelumnya, kita diajarkan tentang cara menulis mudah. Jika sudah pandai
menulis, tentu ada keinginan untuk menerbitkan buku. Dan tentu ada keinginan,
agar buku kita dibaca oleh banyak orang.
Bagaimana caranya, agar
buku kita dikenal dan disukai banyak orang? Tentunya perlu
trik/teknik jitu agar buku kita laku dipasaran.
Pada
malam hari ini, akan dikupas tuntas oleh narasumber kita. Teknik memasarkan
buku. Narasumber kita Bapak Agus
Subardana, S.E., M.M.
Mengawali
pembicaraan, Omjay menyapa kita “Assalamu alaikum Warahmatullahi wabarakatuh, selamat
malam semuanya, semoga selalu sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta”
Menginformasikan
bahwa, Malam ini kita akan mendapatkan
materi tentang Teknik memasarkan Buku. Materi ini sangat penting dikuasai oleh
anda yang akan menjadi penulis buku agar bukunya laku.
Pak
Agus menyambut salam Omjay “Walaikumsalam ... Alhamdulillah sehat Om Jay...”
Dan Omjay mempersilahkan pak Agus dari penerbit Andi, untuk menyampaikan
materinya.
Assalamualaikum
...
Salam
sejahtera bagi kita semuanya...
Bpk
Ibu Yth...
Materi
yang saya sampaikan mengenai Strategi pemasaran buku...
Mohon
kiranya Bpk Ibu dapat membaca terlebih dahulu ringkasan singkat mengenai Strategi
pemasaran buku. Dengan ini kita bisa berdiskusi dan bertanya jawab.
Strategi
Pemasaran Buku
Buku merupakan salah satu sumber
ilmu pengetahuan dan
sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian
informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan
diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.
Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas
dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong
kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun
budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan
meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi
pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.
Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh
alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri
lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang
terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah
penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak
aktive lagi.
Dalam rangka untuk
mempertahankan Industri Penerbitan Buku , supaya tetap terus hidup dan dapat
mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu strategi pemasaran. Srategi Pemasaran
biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan
bisnis.
Strategi pemasaran
penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian
, hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis –
jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah
satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk
yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku
Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Dari jenis – jenis
katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan
segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan
pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis . Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di
pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
- Faktor Mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
- Faktor Makro, yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini kami dalam
menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam
faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI
Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai
40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di
kelompokkan menjadi 32 katagori.
Strategi Pemasaran buku
yang telah kami petakan menjadi dua
strategi pemasaran yaitu Strategi
Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat,
dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua
strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :
A. Strategi
Pemasaran Buku Serangan Udara.
a. Pemasaran buku lewat Online
Saat ini yang sedang ngetren dan gencar
di dunia maya yaitu Strategi Pemasaran yang banyak di pakai oleh setiap orang
yang sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat Online melalui
website dan media sosial lainya. Kalau kita sudah mempunyai produk buku yang
jenis katagorinya banyak maka langkah
awal kita harus buat website.
Katakanlah website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan
buku. Dengan mempunyai website ini kita dapat merencanakan promosi dalam
melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk,
harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya.
Untuk penjualan buku lewat Online ini
kita harus terus proaktive untuk terus promosi, supaya kita dapat :
-
Menyebarkan informasi produk secara
masif kepada target pasar potensial
-
Mendapatkan konsumen baru dan
mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
-
Menjaga kesetabilan penjualan saat
kondisi pasar lagi lesu
-
Menaikan penjualan dan profit
-
Membandingkan dan keunggulan produk
dibandingkan dengan pesaing
-
Membentuk citra produk dibenak mata
konsumen sesuai dengan yang diinginkan
-
Mengubah tingkah laku , persepsi dan
pendapat konsumen
Media Online yang dapat kita lakukan
untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda
sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, dll.
b. Pemasaran
Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing –
masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka
gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku .
Penjualan lewat komunitas akan lebih
efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan
buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi
dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
B.
Strategi
pemasaran buku serangan Darat
Untuk
menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus
melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi
pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari
Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang
tersebut.
Strategi
pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar
yang kita tuju, antara lain :
1. Toko
Buku
Penerbit
Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri ,
sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan
sebagai pemasok rutin di toko buku maka
kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi
tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku
Tradisional.
Kenapa
kita perlu petakan jenis toko buku tersebut , hal ini dikarenakan tiap jenis
toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.
Contoh
toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan
TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti
perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan
sebagainya.
Adapun
toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem
administasi penjualan per toko . Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem
transaksinya masih manual .
Untuk
itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh
para Penerbit buku dengan sistem titip
jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual
putus.
Strategi
Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan ,
antara lain :
-
Menguasai display buku , supaya tampilan
buku dapat terlihat dan menonjol .
- Mengadakan promosi di internal toko
dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
- Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan
potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai moment
bulan berjalan (program Ramadhan,
Program TAB, Program TAM , dll )
- Dan masih banyak lagi program promosi di
toko buku modern yang dapat kita lakukan, kuncinya kita proaktive komunikasi
dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
2.
Directselling
Pemasaran
Buku melalui Direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang
kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita
bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran
Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua
mata kualiah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD,
SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan
pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan
buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas
Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping
areanya masing – masing yang bertugas :
-
Kunjungan langsung ke tiap sekolah
-
Kunjungan langsung ke setiap kampus
- Kunjungan langsung ke setiap
Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
- Dengan kunjungan langsung tersebut
diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak
Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan
buku dapat meningkat.
3.
Melakukan Event – Event
Aktive
dalam melakukan event – event seperti
event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.
Demikian yang dapat
saya sampaikan Strategi pemasaran buku secara singkat , dan masih banyak lagi
strategi pemasaran buku yang belum kami sampaikan , di lain waktu kita
lanjutkan strategi pemasaran buku selanjutnya Terimakasih
Agust. Subardana
Berikut
ini tanya jawab seputar Strategi pemasaran buku:
Pertanyaan
1:
“Strategi
pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa
demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan.
Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori
buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak
katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku (Katagori buku Anak, buku
Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks ,
dll). Apakah penerbit andi punya toko online dan bekerjasama dengan
tokopedia?” Saraswati banyuwangi
Jawaban
:
Kami
penerbit Andi mempunyai website : www.andipublisher.com dan Ibu dapat langsung
bertransaksi lewat website tersebut. Kami juga bekerjasama dengan semua marketplace termasuk tokopedia.
Pertanyaan
2:
Strategi
Pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu
Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan
Darat, apakah yang paling sulit dari keduanya? Albert Kupang
Jawaban:
Dari
kedua strategi tersebut paling sulit adalah strategi pemasaran serangan darat
dikarenakan membutuhkan waktu tenaga dan tentunya adanya follow up yang terus
menerus. Sehingga keberhasilan ditentukan oleh tenaga penjual yang kita
percayakan.
Pertanyaaan
3:
“Bagi
penulis buku pemula pemasaran yang paling efektif yang mana? Apakah serangan
udara, directselling, ataukah event. Ataukah perlu ketiganya jalan bersama?
Terima kasih.” Isminatun, Sukoharjo
Jawaban:
Bagi
penulis pemula. Kalau naskahnya dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh
penerbit skala nasional seperti Penerbit Andi, tentunya kami akan lakukan
langsung memakai dua strategi pemasaran tersebut.
Tapi
bila penulis tersebut menerbitkan sendiri
tidak melalui Penerbit. Maka dapat melakukan strategi pemasaran buku serangan
Udara di point 2 (komunitas dan gunakan media sosial secara mandiri) .
Pertanyaan
4:
“Untuk
penulis yang bukunya diterbitkan penerbit mayor seperti penerbit Andi , berapa
royaltinya dan apakah penulis juga punya tugas tanggung jawab memasatkan bukunya?” Mukminin dari Lamongan.
Jawaban:
Penulis
mendapatkan hak Royalti 10% dari total nilai transaksi terjual. Kalau di penerbit Andi rata2 diberikan Royati
per 6 bulan / Semester terhitung sejak buku telah terdistribusi dan di
tandatangani perjanjian kedua pihak (antara penulis - penerbit). Penulis
mendapatkan bukunya sebanyak 3 exs. Dan
penulis di perbolehkan mempromosikan bukunya dan kalau penulisnya beli bukunya
biasanya mendapatkan potongan 30%.
Pertanyaan
5:
“Apa
yang harus dilakukan penulis agar buku yang kita tulis laku dijual..Apalagi
disaat pandemi covid19 sekarang ini?” Etik Nurinto dari Kabupaten Pemalang
Jawaban:
Sebelumnya
ada Narasumber dari pak Edi S Mulyanta, bagaimana menulis buku yang laku dijual?
Pertama yang
bisa bapak tulis adalah menulislah bidang yang Bapak kuasai.
Kedua
Bapak bisa lihat di google trend produk buku apa yang laku. Di situ akan ditunjukkan
tren produk buku apa yg laku di jual saat ini. Memang buku yang laku saat ini
masih buku untuk anak-anak. Dan novel
untuk remaja.
Pertanyaan
6:
“Adakah
kemungkinan menjalin kolaborasi dengan pesaing dalam penjualan buku? Bagaimana
penerapannya? “ Yulius Roma-Tana Toraja.
Jawab:
Kemungkinan
menjalin kolaborasi dgn pesaing tentunya ada. Contoh nya kami kolaborasi dengan
Penerbit BPFE UGM.. Adapun syarat dan ketentuan kita harus ada
titik temu dari kedua belah pihak. Dalam penerapannya kita akan lihat dan nilai dari aspek produk
nya, potensi pasar, daya serap produk .
Pertanyaan
7:
“
Ada 3 pertanyaan:
- Mengapa harga 1 buku antara toko yg satu dengan toko yang lain terkadang tidak sama walaupun sampul, judul dan isi sama.
- Apa yang membedakan harga buku antara satu dengan yg lain berbeda walaupun halaman, kwalitas kertas buku dan penerbit sama, tapi isi dan pengarang berbeda?
- Mana yg lebih banyak diminati antara belanja buku dengan serangan udara dengan serangan darat? Adakah keuntungan dan kelemahan masing? Terimakasih.” Rifatun Salatiga.
Jawab:
- Buku yg kami terbitkan sudah ada standar harganya, di barcode back Viber buku sudah ada harga yg tercantum sehingga harga tidak bisa di rubah. Kecuali ada moment promosi di toko tersebut biasanya ada mendapatkan discount tetapi harga aslinya tetap ditampilkan. Adapun kalau Toko tersebut di luar pulau jawa maka ada harga Zona, sehingga harga jawa dengan harga di luarpulau bisa berbeda (contoh harga jawa dan harga di sumatra ada perbedaan).
- Yang membedakan harga adalah setiap penerbit mempunyai hak untuk menentukan harga buku produksi. Yang di hitung dari oplah cetak nya. Semakin cetak oplahnya banyak semakin murah. Kalau oplah cetak nya sedikit semakin mahal harga buku tersebut. Sehingga ini yang menjadi perbedaan harga dari penerbit satu dengan lainnya.
- Pertanyaan point ketiga ini, sesuai target jenis buku yang kita tuju. Serangan Darat lebih banyak menghasilkan karena langsung ketemu dgn konsumen apalagi pasar buku teks utama yang kita pasarkan. Konsumen biasanya lebih senang tatap muka langsung dan dapat melihat sampel produknya. Kekurangan serangan darat, dibutuhkan tenaga penjual tentunya ada biaya operasional dan butuh waktu dalam follow up.
Adapun
serangan udara, kelebihannya
bisa menekan biaya operasional,
informasi produk cepat sampai ke konsumen dan promosi bisa tersebar
secara masif lewat online ini. Kekurangannya
: konsumen di indonesia belum terlalu percaya atas informasi produk yg
diterima, ada rasa takut barangnya tidak
sesuai dgn peranannya , konsumen masih dikenai
ongkir .
Pertanyaan
8:
- Sebagaimana telah disebutkan untuk penjualan buku lewat online kita harus proaktif promosi salah satunya, Mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapt konsumen, maksudnya seperti apa?
- Strategi apa yg dapat di lakukan bersama antara penerbit dan penulis? Andy Muhtadi
Jawaban:
- Maksudnya kalau kita proaktive promosi produk lewat online maka dapat mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapat konsumen. Dalam arti dengan kita terus promosi maka konsumen tersebut yang tadi nya tidak respon terhadap produk tersebut dapat mengubah perilaku, persepsi (pola pikir) untuk tertarik membeli produk yang kita tawarkan/promosikan sehingga mengubah pendapatnya untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut.
- Strategi yang dapat di lakukan antara penulis dan penerbit, yaitu:
a. Melakukan
Takshow Bedah Buku secara periodik.
b. Sama-sama
mempromosikan bukunya
c. Penulis
dapat membantu menjualkan bukunya dan pihak Penerbit akan memberikan Rabat buat
penulis.
Pertanyaan
9:
“Pengalaman pemateri yg paling efektif itu melalui media
apa sosial media atau media cetak atau door to door? Terimaksih.” Anwar Syafei
Jawaban:
Untuk
saat ini pengalaman yang paling efektif yaitu melalui media sosial/online.
Pertanyaan
10:
“Bagaimana
pengalaman baik dengan strategi yangg digunakan selama ini, mana diantara
sekian strategi yangg lebih baik, butuh berapa lama waktu yang di pakai untuk sampai
bisa jadi buku best seller. Terima kasih.” Bu Iez Lumajang
Jawaban:
Pengalaman
saya dengan sumber daya yang memadai maka strategi yg kami pakai dari paparan
materi saya tersebut saya pakai semuanya. Karena kami sebagai Industri
Penerbitan buku harus terus dapat profit dan terus mengembangkan pasar. Waktu yg di butuhkan untuk menjadi buku best
seller rata-rata 4-6 bulan, dan moment jual buku tersebut.
Contohnya
kalau menerbitkan buku pelajaran maka moment jual yang tepat saat antara Mei
s.d Agustus.
Pertanyaan
11:
Banyak
penulis Melakukan Event – Event sementara ada wabah corona, apa cara yang
dilakukan saat ini? Naibaho, Sorong papua.
Jawaban:
Saat
ini sedang wabah corona , kita lakukan pemasaran lewat online. Dan event-event
lewat online juga. Sementara event-event
yang sifatnya berkumpul dan tatap muka sementara kita tiadakan. Kita berdoa
bersama semoga wabah corona segera berakhir.
Pertanyaan
12:
“Saya
sedang memberi tantangan untuk diri sendiri. Setiap sore tiba saya HARUS
menulis. Ada yang berangkat dari inspirasi tertentu ada yang sama sekali tanpa
inspirasi. Dapatkah tulisan seperti itu dibukukan untuk diterbitkan? Terima
kasih.” Roni Bani.
Jawaban:
Bahwa
sebelumnya sudah ada materi yang disampaikan narasumber pak Edit S Mulyana.
Yaitu tentang penulisan buku. Jadi supaya tulisan Bapak tersebut layak untuk diterbitkan
silakan Bapak memperdalam lagi materi tentang cara penulisan buku.
Pertanyaan
13:
1. Apakah
kita seorang penulis bisa memasarkan buku kita, sementara buku karya kita diterbitkan
oleh penerbit Mayor?
2. Bagaimana
cara memasarkan buku kepada pembaca supaya buku kita itu laku, karena
pengalaman saya, bahwa buku yang saya tulis bukan untuk dijual. Tapi saya bagikan?
Edi syahputra.H
Dari ACeh
Jawaban:
- Penulis boleh memasarkan bukunya sendiri walaupun diterbitkan oleh penerbit Mayor. Penerbit justru sangat terbantu jika penulis ikut serta memasarkan bukunya dan penulis akan mendapatkan rabat dari penerbit.
- Bapak bisa lakukan maka gunakanlah jaringan komunitas Bapak untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas Bapak .
Pertanyaan
14:
“Apakah
sebagai seorang penulis kita juga harus menguasai strategi pemasaran? Atau
penerbit yang mestinya lebih paham tentang hal itu? Terimakasih.” Agus Purwadi,
Ponjong
Jawaban:
Kalau
buku Bapak diterbitkan oleh penerbit Mayor,
tentunya pihak penerbit yang akan memasarkan dgn strategi pemasaran
masing-masing penerbit. Biasanya pihak
penulis diharapkan juga berperan mempromosikan bukunya lewat komunitas
penulisnya.
Kalau
bukunya diterbitkan secara Pribadi dgn mengeluarkan modal penulis pribadi maka
penulis tersebut harus mengerti dan menguasai strategi pemasaran bukunya.
Demikian
yang dapat saya sampaikan.. Terimakasih
Pertanyaan
15:
Bagaimana
perusahaan penerbitan umumnya atau Penerbit Andi menentukan harga pemasaran
sebuah buku yang diterbitkan. Aspek apa saja yang paling menentukan nilai /
harga dimaksud?” Benny Belang – Kupang
Jawaban:
Penerbit
menilai naskah dari berbagai aspek:
1.
Aspek
Ideologis
Apakah
topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan
meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun,
harga diri, dll.
2.
Aspek
Keilmuan :
a. Apakah
topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat
sudah siap menerima topik tersebut?
b. Apakah
naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan?
c. Terkait
dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap.
3.
Aspek
Penyajian:
a. Apakah
sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah
dipahami?
b. Bahasa
yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran
pembaca?
c. Apakah
cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang
baku?
d. Kelengkapan
naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang
tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah
sudah lengkap?
e. Pengetikan
menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik
komputer menggunakan software tertentu?
f. Mutu
gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih
harus diperbaiki lagi?
g. Apakah
urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan
dll. sudah diselesaikan?
4.
Aspek
Pemasaran:
a. Apakah
tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan
mudah diterima pasar?
b. Apakah
naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul,
keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb?
c. Apakah
ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah
tersebut dibandingkan dengan buku lain?
5.
Aspek
Reputasi Penulis:
a. Apakah
penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh
masyarakat luas?
b. Apakah
buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang
baik?
Jadi
aspek yang paling menentukan adalah potensi
pasar.
Pertanyaan 16:
Tadi sudah dijelaskan ada beberapa strategi
pemasaran buku, Apa ada teknik/strategi pemasaran yang lebih sederhana, kalau
ada misalnya bagaimana? Terimakasih.” Lusia Curup.
Jawaban:
Teknik
strategi pemasaran buku yang lebih sederhana yaitu melakukan pemasaran langsung
lewat komunitas dan relasi penulisnya.
Pertanyaan
17:
“Bagaiman
carnya membentuk citra produk di benak mata konsumen sesuai dengan yang
diinginkan?” Ika Siswati - Tangerang
Jawaban:
Caranya
:
- Fokus pada pengisahan cerita, bukan pada
fitur produk.Tanpa cerita yang bagus, produk kita tidak akan memiliki nilai
inheren atau emosional bagi pelanggan. Terkadang, manusia itu lebih cepat
memberi respons saat diberi cerita. Bila suatu merek memberi kesan mendalam
bagi konsumen, maka hal tersebut akan berdampak pada perilaku belanja konsumen.
-
Beri nilai tambah produk agar makin
disukai konsumen
- Ketika membentuk citra merek, sebaiknya
konten yang di buat harus fokus pada hal yang dapat membangun hubungan dan
membantu konsumen membuat keputusan yang tepat dan matang. Dengan begitu,
ketika mereka memilih produk kita itu karena produk kita yang paling sesuai
dengan kebutuhan. Hal ini akan berdampak pada hubungan yang lebih kuat dan
tahan lama.
Pelayanan
terhadap pelanggan yg baik secara sosial
akan berdampak positif bagi citra perusahaan.
Pertanyaan
18:
“Ada
tidak pengalaman bapak pribadi, menangani sebuah buku yang mungkin dianggap
tidak terlalu disukai pasar. Namun karena faktor X, buku tersebut booming?” Candra-Langkat.
Jawaban:
Berdasarkan
pengalaman pribadi saya. Menangani sebuah buku yang semula dianggap tidak
terlalu di sukai pasar ternyata booming? Pengalaman pribadi saya pernah terjadi
seperti itu pak.
Ada
beberapa judul buku yg demikian. Karena
mungkin ada faktor X.
Pertanyaan
Bonus:
“Tentang
ukuran besar dan ketebalan buku yang memudahkan pemasaran jika dibandingkan
dengan minat pembaca. Apakah buku yang berukuran tebal halaman 60-70 dan
standar A5 yg lebih disukai pasar?” Grefer-kupang-NTT
Jawaban:
Ukuran
Buku dan Area Cetak.
Setelah
Bapak menentukan sistematika penulisan buku, hal penting berikutnya adalah
format buku yang akan di tulis. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu
ukuran besar, standar, kecil, atau buku saku serta format spesial. Penentuan format
ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda
inginkan.
Format
buku di Penerbit Andi:
b. Format Standar : 16 cm x 23 cm, 11,5 cm x 17,5 cm
c. Format Kecil : 14 cm x 21 cm, 10 cm x 16 cm
d. Buku Saku : 10 cm x 18 cm, 13,5 cm x 7,5 cm
e. Format Khusus
Banyak
Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan
layout dan setting, beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud
Penulis. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar,
pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku
pemrograman), dan ketebalan buku yang tidak proporsional.
Diakhir
sesi tanya jawab Pak Agus menyampaikan ucapan terimakasih atas banyaknya
pertanyaan seputar strategi pemasaran buku.
Kesimpulan
saya bahwa Strategi pemasaran, saya ibaratkan sebuah seni berkreasi, berinovasi,
berkreatifitas, dan terus
mengembangkan ide idenya. Maka dari itu
materi yang saya sampaikan ini tentang Strategi Pemasaran buku tentu akan terus
berinovasi mengikuti perkembangan pasar.
Dan
Omjay pun menutup dengan salam.
Alhamdulillah,
materi yang luar biasa. Bagi pemula seperti saya. Banyak sekali ilmu baru yang saya dapat. Walau mungkin hanya sekedar angan-angan, untuk menjadi seorang penulis
buku hebat. Tapi selalu berharap. Dengan banyak belajar, akan dapat mewujudkan
angan-angan.
Terimakasi
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh.
Suminar

semoga kita mampu memasarkan buku kita sendiri
BalasHapusAamiin Ya Robbal Aalamiin....
BalasHapusTerima kasih Omjay