Merancang Desain Pembelajaran Modern
Merancang Desain Pembelajaran
Modern
Biodata Narasumber:
Nama : Dr. PAIDI, S.Pd., M.TPd
T
& Tgl. Lahir : Bantul, 01 Januari 1971
NIP : 197101011999031012
Pangkat/Gol : Pembina
/ IV. A
Jabatan : 1. Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu;
2. Ketua
MKKS SMK Kota Bengkulu;
3. Ketua
MKKS SMK Provinsi Bengkulu.
Alamat : Jln. Timur Indah V No. 39 RT. 19 Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu 38229
HP : 082306325497, 081539320222
Alamat
Surel : paidi1971@gmail.com
Blog : https://pdsmk1bkl.blogspot.com
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Alhamdulillah...
Semakin menarik, materi kuliah online
setiap harinya. Materi kali ini sangat berkaitan dengan materi yang kemarin.
Sesuai dengan kebutuhan era modern. Serba
digital. Begitu pula dengan buku bacaan, baik buku pembelajaran ataupun yang
lain. Anda tertarik merancang buku
pembelajaran modern? Berikut ini akan dijabarkan oleh narasumber kita,
tentang “Merancang Desain Pembelajaran
Modern”
Selamat bertemu di dunia maya untuk
berbagi ilmu, semoga hal ini juga bisa menjadi catatan amal kebaikan kita.
Aamiin.
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi
pengetahuan dengan Bapak Ibu tetang cara mendesain buku pembelajaran.
Teknik dan pendekatan yang saya gunakan
adalah mengacu pada tokoh fenomenal bidang desain pembelajaran yaitu Prof Dr. Atwi Suparman
(mantan rektor UT) dan Dick & Carrey
Secara umum dalam mendesain pembelajaran dan sekaligus menghasilkan bahan
pembelajaran secara ilmiah daapt dilihat pada bagan berikut ini:
Langkah
1,
kita perlu mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari siswa/pengguna
atas materi-materi yang dianggap sulit
atau perlu dipelajari lebih lanjut
Langkah
2,
Berdsarkan data yang di dapat dari langkah 1 selanjutnya kita perlu membuat
identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran / bahan yng akan
kita rancang
langkah
3,
Berdasarkan data langkah 2 selanjutnya kita mulai membuat analisis
instruksional/pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang
Langkah
4,
Seorang perancang perlu mendapatkan gambaran karakteristik peserta didik yang
akan menjkadi target atau pemakai buku yang kita rancang
Langkah
5,
Membuat rumusan tujuan instruksional khusus (penggunaan istilah instruksional
disini berdasarkan sumber asli yang di karang oleh Dick & Carrey yaitu instructional)
Langkah
6,
Melakukan penyusunan TES
Langkah
7,
Membuat perencanaan strategi instruksional/pembelajaran yang akan digunakan
(dalam hal ini saya merancang
pembelajaran secara blended learning)
Blended learning
itu sebuah model pembelajaran, sedangkan Reseacrh versi penerbit ini lebih pada
aturan tata cara pengetikan seperti desain cover, isi dll. Yang diberlakukan
oleh penerbit jika buku tersebut dicetak oleh Penerbit.
Langkah
8,
Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang
dirancang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bahan tercetak dan bahan online.
Dalam hal perancangan bahan pembelajaran (Buku) dapat digunakan teori Rothwel
dan untuk bahan online bisa menggunakan teori hannafin)
Langkah
9,
setelah draft bahan tersedia (langkah 8) selanjutnya perlu dilakukan evaluasi
formatif sebagai berikut:
1. One-to-one expert
dengan melibatkan 4 orang pakar (pakar Desain, pakar Media, pakar Materi, pakar
bahasa);
2. One-to-one learner
(melibatkan 3 orang siswa yang berasark dari siswa peringkat atas, menengah dan
bawah);
3. Evaluasi Small group
(melibatkan sekitar 9 siswa yang berasakl dari kelompok, menengah dan bawah);
4. Field trial
yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa yang berasal dari kelompokl Atas, menengah
dan bawah. Setiap tahapan muai evaluasi one-to-one, evaluasi small group akan
menghasilkan namanya draft bahan pembelajaran dan setelah field trial baru
dinamakan prototipe bahan pembelajaran.
Khusus untuk langkah yng terakhir
Evaluasi Sumatif sifatnya tidak harus dilakukan dalam proses desain
pembelajaran karena harus dilakukan oleh pihak lain.
Apa
bedanya tes formatif dan sumatif?
Tes
Formatif disini adalah tes yang dibuat (modelnya bisa
multiple choice, Essay dll) atas materi yang ada di bahan pembelajaran. Tes ini
dibuat oleh si perancang buku yng sebeluamnya telah melalui telaah oleh pakar
dan uji validitas maupun reabilitasnya. Sedangkan Tes Sumatif dalam konsep desain ini adalah penilaian oleh lembaga
lain (eksternal) atas kelayakan bahan yang dibuat oleh si Perancang buku tersebut.
Sedangkan untuk buku pembelajaran yang
dirancang untuk keperluan penerbit bisanya pihak penerbit sudah mempunyaio
format/standar tertentu. Sehingga jika penulis ingin memasukkan buku agar bisa
diterbitkan oleh penerbit maka format yg digunakan harus mengacu kepada format
yang digunakan oleh penerbit.
Contoh bahan pembelajaran yang di
rancang dengan format Research dan versi penerbit adalah seperti berikut
Demikian sebagai pengantar
bapak/Ibu/Rekan-rekan, sekilas cara mendesain bahan pembelajaran yang secara
ilmiah dapat dipertanggungjawaban, insyallah jika tahapan di atas dilakukan
secara benar maka tidak akan terjadi kasus salah gambar dll. Sebagaimana dahulu
pernah terjadi di buku-buku yang beredar di lingkup dikbud khususnya jenjang
sekolah dasar.
Kelebihan
desain pembelajaran ini adalah akan mengasilkan buku
pembelajaran yang bisa dijamin kebenaranya selagi prosedur dikerjakan dengan
benar. Kelebihan lain juga desain pembelajaran ini akan dilengkapi dengan
instrumen pendukungnya termasuk model
pembelajarannya sudah ditentukan
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Suminar



Komentar
Posting Komentar