Keajaiban Storytelling
Materi : Keajaiban Storytelling
Narasumber : Dr. Budiman Hakim
Assalamu alaiku warahmatylkahi
wabarakatuh
Storytelling
adalah sebuah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah, pengaturan
adegan, event, dan juga dialog. Storytelling menggunakan kemampuan penyaji
untuk menyampaikan sebuah cerita dengan gaya, intonasi, dan alat bantu yang
menarik minat pendengar. Storytelling sering digunakan dalam proses belajar
mengajar utamanya pada tingkat pemula atau anak-anak. Teknik ini bermanfaat
melatih kemampuan mendengar secara menyenangkan.
Alhamdulillah, selamat sore
teman-teman ... Kita ngabubu-read berkualitas ya. Sore ini saya ditodong Om Jay
buat kasih materi storytelling.
Sebetulnya storytelling udah saya
terbitkan dalam sebuah buku. OK kita mulai aja ya. Sebenernya apa sih
storytelling itu?
Storytelling gampangnya adalah
MENDONGENG. Siapa yang pernah didongengin orangtua waktu kecil? Aku... Pasti banyak ya.
Nah, pernah suatu hari saya
ngajar di Laku Kopi Bintaro. Salah satu pesertanya ada yang berusia 70 tahun. Ibu
ini mengaku dia sering didongengin. Hebatnya ibu ini masih inget cerita si
Kancil yang dibacakan orangtuanya waktu dia berusia 5 tahun.
Coba bayangkan! Ibu itu usianya
70 tahun dan masih bisa mengingat dongeng yang dia dengar 65 tahun yang lalu.
Ck…ck…ck… Luar biasa kan? Dan ternyata
ini tidak hanya terjadi pada ibu itu tapi dialami oleh banyak sekali orang di
dunia.
Hal inilah yang membuat
pakar-pakar marketing berpikir, “Kalo
iya sebuah cerita mampu menanamkan pesan sedemikian dahsyat, kenapa cara
mendongeng tidak dijadikan saja sekalian sebagai strategi marketing?”
Setelah saya tela’ah lebih dalam,
ternyata cara menyampaikan pesan melalui cerita memang adalah cara yang
terbaik. Kenapa? Karena, ternyata, bercerita adalah juga cara Tuhan dalam
menyampaikan pesan pada umatnya. Dan ini bisa kita lihat dan buktikan dalam
semua kitab suci agama apapun.
Contoh
storytelling
Coba diliat dulu video ini.
Semoga bisa dibuka ya....
Setelah melihat video ini kita
bisa menarik kesimpulan:
CIRI-CIRI SEBUAH STORYTELLING!
1.
Kekuatannya
ada pada cerita. Brand sering muncul
belakangan
2.
Kalaupun
brand muncul di depan kehadirannya menjadi bagian dari cerita itu
3.
sehingga
tetap tidak terlalu terasa bahwa itu adalah iklan
4.
3.Brand
terlihat muncul seperti btw tapi sebenernya kehadirannya kuat
5.
Brand
diperlakukan secara netral dan tidak sebagai hero
6.
Nuansa
iklannya hampir gak terasa
7.
SURPRISENYA
TINGGI sehingga orang mau nge-share.
Sebelum kita membahas lebih jauh
tentang storytelling, ada baiknya kita memetakan dan mempelajari macam-macam
cara orang berjualan yang sering dilakukan orang:
1.
ROUGH
SELLING
Cara berjualan dengan cara kasar
dan menyakiti hati konsumennya.
Misalnya produk MLM. Mereka
mengundang orang untuk datang ke suatu tempat cuma ngasih tau bahwa ada prospek
bisnis. Pas kita datang ke rumahnya, ternyata mereka jualan. Begitu juga yang
terjadi pada orang yang jualan asuransi. Seringkali salesgirlnya berjualan
dengan cara yang memaksa sehingga kita jadi kesel dan marah. Cara berjualan
seperti ini biasanya membuat orang jadi tidak bersimpati pada brand kita.
2.
HARD
SELLING
Hard selling adalah cara
berjualan dengan cara berteriak-teriak seperti tukang obat.Yang diteriakkan
biasanya semua tentang kehebatan dan semua benefit yang ada di brandnya. Cara
berjualan seperti ini biasanya sulit untuk dipercaya karena janjinya too good
to be true.
Kalo di social media, ini contoh
hard selling...
3.
SOFT
SELLING
Cara berjualan secara halus
dengan tone and manner yang elegan. Meskipun caranya halus, orang tentu saja
tau bahwa itu iklan. Cara berjualan seperti ini mungkin menyenangkan calon
konsumen tapi karena tau bahwa itu iklan, mereka sering enggan untuk nge-share.
Coba lihat iklan ini. Gak ada
satupun kata2nya yang jualan. Kata-katanya justru berisi puisi dari seorang
anak untuk bapaknya di Father's day... Gak gitu kebaca ya?
Because I’ve known you all my
life
Because a red Rudge bicycle once
made me the happiest boy on the street.
Because you let me play cricket
on the lawn
Because you used to dance in the
kitchen with a tea-towel round your waist
Because your cheque book was
always busy on my behalf
Because our house was always full
of book and laughter
Because of countless Saturday
morning you gave up to watch a small boy play rugby
Because you never expected too
much of me or let me get away with too little
Because of all nights you sat
working at your desk while I lay sleeping in my bed
Because you never embarrassed me
by talking about the birds and the bees
Because I know there’s a faded
newspaper clipping in your wallet about my scholarship
Because you always made me polishBecause
you always made me polish the heels of my shoes as brightly as the toes
Because you’ve remembered my
birthday 38 times out of 38
Because you still hug me when we
met
Because you still buy my mother
flowers
Because you’ve more than your
fair share of grey hairs and I know who helped put them there
Because you’re marvelous grandfather
Because you made my wife feel one
of the family
Because you wanted to go to
McDonalds the last time I bought you lunch
Because you’ve always been there
when I need you
Because you let me make my own
mistakes and never said “I told you”
Because you still pretend you
only need glasses for reading
Because I don’t say thank
you as often as I should
Because it’s father’s day.
Because if you don’t deserve
Chivas Regal, who does?…
4.
COVERT
SELLING
Covert Selling adalah cara
beriklan dengan cara menyembunyikan brandnya. Orang tidak tau dan tidak merasa
bahwa itu iklan. Cara berjualan seperti ini biasanya tidak disukai oleh Team
Marketing. Kenapa demikian? Karena
mereka merasa apa gunanya bayar mahal-mahal kalo brandnya disembunyikan?
Hehehehe.... Mereka gak tau bahwa covert selling adalah cara yang paling ampuh
untuk mendapatkan share... Orang merasa gak keberatan nge-share karea merasa
itu bukan iklan.
Contoh covert selling tapi
dibacanya ntar aja ya. https://www.kompasiana.com/budiman_hakim/551ae0a4a33311be20b65a69/hnp-bisa-disembuhkan-tanpa-operasi?page=all
STORYTELLING ADA DI MANA DONG?
Storytelling ada di antara soft
selling dan covert selling.
Kalo digambarkan kira-kira
begini.
Storytelling ada di irisan antara
soft selling dan covert selling. Diharapkan sebuah storytelling, komunikasinya
bisa halus dan elegan seperti soft selling tapi juga sekaligus mampu
mendapatkan share sebanyak mungkin seperti covert selling.
CONTOH
STORYTELLING DALAM TEKS
PUYUNGHAY SIALAN
Habis benerin NOTE-5 di North
bridge PIM saya mampir ke bakmi GM kangen sama Puyunghay yang menurut saya
memang nomer satu di dunia. Saya order sepiring nasi goreng dan seporsi
Puyunghay. Sambil menunggu puyunghay tiba saya foto2 nasi goreng sepuasnya.
Takut keburu dingin saya makan nasi goreng dikit-dikit sambil nunggu puyunghay.
Sialnya sampai nasi goreng habis Puyunghay sialan itu belum juga tiba. Lalu
saya pakai jurus pamungkas yg selalu berhasil. Saya panggil waiter lalu saya
bilang "Order Puyunghay saya batalkan, saya minta uang kembali"
Lalu saya dengar ribut2 dari arah
dapur dan sekejap kemudian Puyunghaysialan itu terhidang. "Bungkus"
kata saya setengah membentak. 2 menit kemudian saya keluar dari resto bakmi GM
menenteng bungkusan Puyunghay sialan itu.
Kalau puyunghay ini rasanya sedang2 saja barangkali saya sudah kapok
balik dan bakmi GM saya masukkan ke Brand Hell. Sayangnya puyunghai bakmi GM
memang enak tenan. Sialaaaan!
Oleh: Subiakto Priosoedarsono
STORYTELLING
DALAM BENTUK IMAGE
Coba liat iklan ini. Hanya
mengandalkan gambar yang bercerita. Gak atu huruf pun di sana kecuali kata-kata
dalam sachet.
MEMASARKAN PRODUK ATAU BRAND DI
SOCIAL MEDIA.
BRAND adalah apa yang orang
CERITAKAN tentang kita. Jadi, apapun bisnis kalian, konsumen harus mempunyai
pengalaman unik untuk diCERITAkan pada komunitasnya.
Nah, persoalannya adalah
bagaimana kalau ternyata produk kita tergolong generik? Setelah dipikir-pikir
ternyata brand kita tidak ada bedanya dengan brand kompetitor. Repot juga, kan?
Kalau itu yang terjadi maka KITA PERLU MENCIPTAKAN SESUATU sehingga konsumen
tetap mempunyai pengalaman yang menarik UNTUK DICERITAKAN.
Caranya bagaimana? Saya punya
temen namanya Iwan SJP. Dia pergi ke Starbucks mengajak seorang temennya
bernama Abigail. Seperti kita ketahui, setiap kali kita memesan kopi,
baristanya akan menanyakan nama pembeli lalu mereka tuliskan di atas cup kopi
kita. Nah, masalahnya, Barista tersebut salah menuliskan spellingnya. Iwan
kecewa berat, 'Perusahaan multinasional kok bisa salah menuliskan ejaan?' Karena
kesal Iwan SJP memotret cup bertuliskan nama yg salah tersebut dan
mempostingnya di FB.
Ini postingan Iwan. Kenapa kok
bisa begitu, ya? Nah, ini yang kocak! Iwan tidak mengetahui bahwa Barista
tersebut ternyata menulis dengan ejaan yang salah secara sengaja.Starbucks
sedang memberi konsumennya bahan untuk diceritakan. Tanpa disadari orang yang
terjebak itu telah menjadi brand ambassador gratisan.
Satu hal yang perlu dicatat bahwa
di era digital, orang tidak takut melakukan hal yang cenderung negatif dalam
berkomunikasi. Buat mereka mendapat liputan itu jauh lebih penting dari nama
baik. Dan strategi itu udah sangat biasa dilakukan oleh orang di seluruh dunia
baik itu artis atau politisi. Kalo kalian perhatikan di video tadi, Sang
Barista tanpa merasa bersalah mengatakan, "I am fucking with you." Sebuah
ungkapan yang sangat tabu dalam dunia periklanan dan branding sebelum jaman
digital. Digital telah memporaporandakan tata nilai, norma sampai bahasa.
Seorang temen pernah berkata,
“Gak usah heran, Om Bud, Starbucks mah duitnya banyak. Jadi mereka bisa dengan
mudah membayar orang pinter untuk membuat strategi marketing seperti itu. Orang
Indonesia mah jangan diharepin. Boro-boro membuat strategi seperti itu,
kepikiran aja kagak.” Omongan temen saya ini salah besar. Banyak sekali saya
temukan orang-orang lokal yang membuat strategi jenius dan gak kalah sama
strategi Starbucks di atas. Dan hebatnya mereka adalah pebisnis-pebisnis skala
kecil dan menengah.
SOTO GEBRAK
Apakah kalian pernah mendengar
Soto Gebrak? Boleh percaya boleh tidak, soto gebrak buat saya rasanya biasa aja.
Soto Ambengan Pak Sadi di Jalan wolter Monginsidi rasanya jauh lebih enak. Soto
Kudus di Jalan Wijaya 1 lebih gurih, Soto Mie di Jalan Pinangsia lebih mantap
dan Soto Betawi Pondok Pinang lezat bukan main walaupun harganya terhitung
mahal. Tapi toh saya tetap menceritakan pengalaman saya makan di Soto Gebrak. Kenapa? Ketika kita memesan soto, maka
kokinya akan membanting botol kecap ke atas kayu yang dilapis seng. Setiap kali
botol digebrakkan ke meja maka akan terdengar suara yang sangat memekakkan
telinga. Hahahahaha kocak ya?
Setiap kali temen saya ngajak
makan siang, saya sering banget ngajak mereka makan di sana, terutama yang
belom pernah ke tempat itu. Kenapa saya ngajak mereka kesana padahal makanannya
gak begitu enak? Karena saya pengen dia kaget seperti saya pertama kali. Karena
saya punya sesuatu untuk diceritakan.
Jadi saya berkesimpulan bahwa pemilik soto gebrak ini menyadari bahwa rasa
sotonya tidak cukup kuat untuk diceritakan oleh konsumennya. Karena itu dia menciptakan gimik dan
merekayasa sesuatu supaya konsumennya punya pengalaman untuk diceritakan. Artinya, owner soto gebrak ini secara
intuisi telah menciptakan strategi marketing keren yang tidak kalah seperti
yang dilakukan oleh perusahaan multinasional sekelas Starbucks.
Gebraknya membuat konsumen punya
sesuatu unttuk diceritakan. Bukan sotonya.
SIOMAY PINK
Pernah ga kalian mendengar Siomay
Pink? Siomaynya sih biasa-biasa aja seperti siomay pada umumnya. Yang berwarna
pink adalah benda-benda lain di luar siomay. Dulu dia sering nongkrong di Jl.
Jend. Sudrman, Jakarta pas car free day. Biasanya dia suka mangkal di setia
budi atau di Bundaran HI. Sering ke Car Free Day bersama anak-anak dan isteri
saya.
Nah, supaya kita tidak terpisah,
biasanya kami menetapkan Siomay PINK sebagai meeting point. Saya sering makan
di sana dan rasanya kembali tidak membuat saya puas.Rasanya sih biasa aja tapi
karena berfungsi sebagai meeting point, saya tetep nongkrong di situ dan
membeli beberapa siomay untuk menyenangkan hatinya.
Belakangan saya mendapat cerita
lain tentang penjual siomay pink ini. Namanya Bapak Sriyono asli dari Klaten.Warna
Pink adalah warna favorit anaknya Nama anaknya adalah Peksi Safira Miradalita. Pak
Sriyono bercerai dengan istrinya ketika Peksi baru berusia 3,5 tahun. Dan
tragisnya, Pak Sriyono tidak diizinkan untuk bertemu dengan anaknya itu. Nah
loh, sebuah cerita lagi, kan? Hati saya tersentuh sekali mendengar cerita itu.
Saya gak bisa membayangkan kalo saya gak bisa bertemu dengan anak saya sepert
yang dialami oleh Pak Sriyono. Sejak itu, setiap kali pergi ke Car Free Day,
saya selalu makan siomay Pink. Saya beli yang banyak. Tapi inga! Saya ke sana
bukan karena siomaynya. Siomaynya gak enak! SAYA KE SANA KARENA CERITANYA. Luar
biasa kan pengaruh sebuah CERITA?
Sekian dan selamat berbuka puasa.
Tanya
Jawab :
1.
Apakah
melakukan hal negatif kemudian disorot media adalah hal lumrah dalam
menjalankan strategi bisnis? Ya seperti
kisah selebritis gitu. Mengapa demikian? Tks. Yulius Roma-Tana Toraja.
“Digital
memang telah melakukan disruption luar biasa. Semua peradaban berubah. Suka gak
suka kita harus menerimanya. Misalnya Fadli Zon, Fahri Hamzah dan ocky Gerung.
Mereka sengaja menempatkan diri sebagai tokoh antagonis. Karena mereka tau
setiap talkshow politik, pasti formatnya sama. Dua kubu diadu untuk
berargumentasi.Ketiga orang tersebut memilih sisi antagonis karena sisi
protagonis terlalu banyak pesaing. Dan ternyata strategi mereka tepat. Mereka
jadi langganan ILC dan talskshow2 selalu mengundang mereka. Begitulah yg
terjadi di social media.”
2.
Kita
bisa menceritakan sesuatu dari yang kita lihat walaupun itu tidak ada
keterangan apapun, apa ini masuk dalam menemukan informasi yang tersirat? dan
menuangkan dalam tulisan?
“Betul.
Ibu pitar sekali.”
3.
Apakah
yang dilakukan oleh Tokoh tadi yang Om sebutkan, apakah itu sesungguhnya atau
memang tuntutan pasar ? Fadli Zon...dll
Jadi
pointnya adalah di dunia digital bukan tentang positif atau negatif. Tapi yang
penting dapet liputan (Exposure) sebanyak mungkin.Cara ini sudah lama dilakukan
oleh Syahrini. Dia sering bikin video norak seperti maju mundur maju mundur....
Itu video sengaja dibuat untuk memancing netizer agar membully Syahrini. Dengan
kata lain, apakah ini yang disebut market dalam bentuk merangkai cerita untuk
sebuah eksistensi, tanpa peduli akan adanya "kegaduhan"? Jadi dibully
pun gak masalah. Yang penting exposure. Coba liat tweet2nya ketiga orang di
atas. Liat komen2 yg ada. 75% isinya bully-an semua. Apakah ketiga orang itu terganggu?
Justru mereka bersyukur merasa pancingannya dimakan umpan.
Pokoknya
pointnya sederhana: Bagaimana mendapatkan exposure sebanyak mungkin. Udah itu
aja yang diinget. Kata kuncinya ecposur. Betul! Makanya ada kata bijak yang
bilang, "Popularitas seseorang di social media dapat diukur dari seberapa
banyak haters yang dimilikinya." Semakin banyak. Semakin kesohor. Betul. Butuh
rasa cuek tingkat tinggi.
Apakah
dalam dunia bisnis marketing, ada aturan tentang layak tidaknya iklan tayang?
Pokoknya yang penting exposure.Iya. Saya kagum bukan main sama Fadli Zon, Fahri
dan Rocky Gerung. Gimana caranya kok bisa santai dibully sekasar itu oeh
netizen.
Kalimat penutup jelang buka puasa
Om, kaitam dengan materi ? Kalo di traditional media seperti TV, Radio dan
koran pasti ada. Selain dari medianya sendiri, iklan TV juga harus lolo sensor
dari BSF. Kalau di digital gak ada sensor sama sekali. OK
Teman-teman sekalian,
sering-sering berselancar di social media. Lalu pelajari segala seluk beluk di
sana. Tapi hati-hati, jangan terpengaruh sama konten hoax dan fitnah ya. Social
media itu seperti pisau. Bahaya atau tidaknya tergantung bagaimana kita
menggunakannya. Selamat berbuka puasa. Semoga Tuhan makin sayang sama kita.
Aamiin.
Terima kasih . Semoga apa yang
disampaikan menjadi bekal buat kita semua.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Suminar










Komentar
Posting Komentar