Lebaran Tempo Dulu
Lebaran Masa Kecilku
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, hari ini adalah hari ke-30 kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Rasa sedih, kita akan ditinggalkan bulan penuh berkah ini.
Rasa senang, kita sambut hari raya kemenangan. Hari nan Fitri.
Lebaran kali ini, berbeda dari lebaran biasanya. Karena wabah Corona yang masih perlu diwaspadai.
Semua orang tidak bisa pulang kampung. Demi mencegah dan memutus penularan virus Corona.
Disaat rindu kampung saat lebaran, memory saya mundur ke beberapa tahun silam.
Lebaran di waktu kecil. Penuh keceriaan, kebahagiaan kebersamaan. Bersama keluarga, jalan kaki keliling kampung. Silaturahmi ke sanak saudara.
Ketika sampai di rumah saudara yang kita kunjungi, saatnya sungkeman.
"Sugeng Riyadi Mbah, ngaturaken sembah bektos Mugi kunjuk dumateng Simbah. Lampah Kulo setindak, wiraos Kulo seklimah, awal kan akhir salabetipun setahun. Mugi-mugi Gusti Allah kerso nglebur dosa Kula lan panjenengan. Saha Kulo nyuwun tambahing Pangestu."
Bahasa yang cukup panjang. Butuh beberapa hari untuk menghapal nya.
Selesai sungkeman, kami bercengkrama sambil mencicipi hidangan yang ada. Sebelum pulang, antri dulu dapat uang lebaran.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Suminar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, hari ini adalah hari ke-30 kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Rasa sedih, kita akan ditinggalkan bulan penuh berkah ini.
Rasa senang, kita sambut hari raya kemenangan. Hari nan Fitri.
Lebaran kali ini, berbeda dari lebaran biasanya. Karena wabah Corona yang masih perlu diwaspadai.
Semua orang tidak bisa pulang kampung. Demi mencegah dan memutus penularan virus Corona.
Disaat rindu kampung saat lebaran, memory saya mundur ke beberapa tahun silam.
Lebaran di waktu kecil. Penuh keceriaan, kebahagiaan kebersamaan. Bersama keluarga, jalan kaki keliling kampung. Silaturahmi ke sanak saudara.
Ketika sampai di rumah saudara yang kita kunjungi, saatnya sungkeman.
"Sugeng Riyadi Mbah, ngaturaken sembah bektos Mugi kunjuk dumateng Simbah. Lampah Kulo setindak, wiraos Kulo seklimah, awal kan akhir salabetipun setahun. Mugi-mugi Gusti Allah kerso nglebur dosa Kula lan panjenengan. Saha Kulo nyuwun tambahing Pangestu."
Bahasa yang cukup panjang. Butuh beberapa hari untuk menghapal nya.
Selesai sungkeman, kami bercengkrama sambil mencicipi hidangan yang ada. Sebelum pulang, antri dulu dapat uang lebaran.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Suminar
Komentar
Posting Komentar