Menulis di Media Cetak
Materi : Menulis di Media Cetak
Narasumber : DRA. RAHMI WILANDARI , M.Pd
“Assalamualaikum....
Yth bapak dan ibu guru HEBAT Indonesia yang
bebahagia dan bersemangat...” Sapa Bu Rasmi kepada para peserta. Beliau
memperkenalkan diri. Beliau seorang guru hebat di SMAN 21 Surabaya, pengampu mapel Ekonomi dan Kewirausahaan.
Latar
belakang pendidikan beliau, S1 Pendidikan Ekonomi Tahun Lulus 1988 dan S2
Pendidikan Ekonomi Tahun Lulus 2013. Pada umumnya para penulis punya latar
belakang pendidikan Bahasa dan Sastra. Meskipun beliau mempunyai latar belakang
Pendidikan Ekonomi, namun beliau mempunyai karya yang luar biasa.
Daftar
Karya :
1. Jurnal Pendidikan Ekonomi UNESA
Surabaya
“ Pembelajaran Kooperatif Tipe Thik
Pair Share dengan Media 3D Topiscape SE ( Student Edition ) untuk Meningkatkan
Ketuntasan belajar Siswa ( 2013) “
2. Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio
dan Multimedia ( 2013 )
3. My Literacy for My Future ( Literasiku,
Masa Depanku) ( 2017 )
4. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe
Make a Match dengan menggunakan Media Kartu Remi ( Playing Cards ) untuk
meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa pada Materi Permintaan dan Penawaran ( 2018 )
5. Wajib dan perlukah Pendidikan
Kewirausahaan di SMA ( Artikel Ilmiah ) ( 2019)
6. Membangun Karakter Generasi Milenial
menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 (2019)
Daftar Penghargaan :
1. Juara
3 LKTI Majalah Media (PGRI) Tingkat Jawa Timur tahun 2013
2. Juara
Lomba Guru Menginspirasi ( KTI Literasi ) Tingkat Nasional 2018 untuk jenjang SMA / MA / SMK
diselenggarakan oleh Penerbit PT. Erlangga Jakarta
I.
PENGANTAR
Pada
dasarnya ada beragam penelitian yang dapat dilakukan oleh guru, misalnya
penelitian deskriptif, penelitian eksperimen, dan penelitian tindakan. Di
antara jenis penelitian tersebut yang diutamakan dan disarankan adalah
penelitian tindakan kelas ( Action Research).
PTK bukanlah sesuatu hal yang sulit dilakukan oleh seorang guru , semua
itu bisa diangkat dari permasalahan sehari-hari dimana kita mengajar. Dan untuk
menulis bukanlah menjadi hambatan bagi seorang guru. Semua tergantung pada
motivasi, keinginan, serta semangat dari diri
sendiri untuk mencoba memulai menulis, dan jangan ragu untuk memulai
menulis.
Menulispun juga ada bermacam-macam , bagi seorang guru
yang punya bakat dan imajinasi yang tingg bisa menulis Cerita Pendek ( CERPEN )
atau menulis Cerita Bersambung ( CERBUNG )atau Novel. Mulailah dengan menulis
sedikit tentang cerita pengalaman kita setiap hari, dalam bentuk buku harian.
Lama kelamaan kita akan menjadi suatu kebiasaan, jika tidak menulis sehari saja
akan terasa ganjil.Seakan tiada hari tanpa menulis.
Guru dituntut untuk dapat menulis
laporannya. Selama ini kendala yang muncul dari guru yang berstatus PNS jika mengajuan kenaikan
pangkat dari IV a ke IV b adalah adalah
pada UNSUR UTAMA Point E. PKB ( Penilaian Kinerja Berkelanjutan ) ada 3 point yang harus diperhatikan :
1. Pengembagan Diri
2. Publikasi Ilmiah
3. Karya Inovatif
Uraian
- Unsur Utama : Pengembangan diri + ( Publikasi Ilmiah +
Karya Inovatif ) = 90%
- Unsur Penunjang :
=10 %
Kesimpulannya
bagi seorang guru dituntut untuk membuat Publikasi Ilmiah antara lain : PTK,
Karya Ilmiah atau Best Practise atau Researh and Development dll
Didalam
UNSUR UTAMA Nilai tertinggi jika kita
bisa membuat Penelitian Tindakan Kelas ( PTK)
mau tidak mau, suka atau tidak suka kita sebagai guru dituntut untuk
membuat PTK. Unsur Utama selain PTK bisa
Karya Tulis Ilmiah, Artikel Ilmiah, atau Best Practise. Dalam penyusunan
laporan PTK perlu mengikuti garis besar sistematika yang umum digunakan.
Untuk
memudahkan menulis laporan, terlebih dahulu harus dikembangkan format atau
struktur laporan. Secara garis besar, laporan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu
bagian pembukaan, bagian isi, dan bagian penunjang. Bagian pembukaan terdiri
atas halaman judul, halaman pengesahan, dan abstrak. Bagian isi terdiri atas
pendahuluan, prosedur, hasil dan pembahasan, simpulan dan rekomendasi atau saran.
Bagian penunjang terdiri atas daftar pustaka, lampiran-lampiran yang perlu, dan
lampiran instrumen penelitian. Penjelasan rinci, dapat diperhatikan contoh
salah satu format laporan PTK berikut ini.
II.
FORMAT LAPORAN PTK
1. Halaman
Judul
2. Halaman
Pengesahan
3. Abstrak
(Bahasa Indonesia + Bahasa Inggris, maksimum masing-masing 150-250 kata )
4. KATA
PENGANTAR
5. DARTAR
ISI
6. DAFTAR
TABEL
7. DAFTAR
GRAFIK
8. DAFTAR
GAMBAR
9. DAFTAR
LAMPIRAN
BAB
I PENDAHULUAN
A. Masalah dan latar belakang masalah
A. Masalah dan latar belakang masalah
Uraikan
secara lugas masalah yang ingin ditanggulangi, penyebab timbulnya masalah
tersebut, dan tingkat masalah yang ingin ditanggulangi oleh peneliti.
B. Rumusan masalah
B. Rumusan masalah
Uraikan
secara singkat bentuk tindakan yang akan diambil (misal: mengapa berbasis
Teknologi Informasi dan Komunikasi/ TIK?), argumentasi teoretik dan/atau
empirik pemilihan tindakan, dan rumuskan hipotesis tindakan sebagai landasan
tindakan yang digunakan (bila dipandang memungkinkan).
C. Tujuan penelitian
C. Tujuan penelitian
Uraikan
hasil penelitian yang diharapkan (anticipated results) dari penelitian ini.
D. Ruang Lingkup Penelitian
D. Ruang Lingkup Penelitian
Sebutkan
lingkup atau batas- batas tindakan yang akan diambil peneliti.
E. Manfaat penelitianUraikan secara jelas manfaat hasil penelitian bagi sekolah (misalnya: pengembangan kurikulum, kebijakan, guru, maupun siswa, dsb.)
E. Manfaat penelitianUraikan secara jelas manfaat hasil penelitian bagi sekolah (misalnya: pengembangan kurikulum, kebijakan, guru, maupun siswa, dsb.)
BAB
II : PEMBAHASAN, KERANGKA PIKIR DAN
HIPOTESIS
A.
Pembahasan
uraikan dengan seksama dan deskriktif variabel penelitian anda (Uraikan variabel X dan Y)
B. Kerangka pikir : adalah sintaks dari hasil analisa variabel penelitian yang berbentuk skema yang menghasilkan sebuah pernyataan
C. Hipotesis : berisi dugaan sementara calon peneliti terkait variabel penelitian yang biasanya ditandai dengan kalimat :jika... maka...
uraikan dengan seksama dan deskriktif variabel penelitian anda (Uraikan variabel X dan Y)
B. Kerangka pikir : adalah sintaks dari hasil analisa variabel penelitian yang berbentuk skema yang menghasilkan sebuah pernyataan
C. Hipotesis : berisi dugaan sementara calon peneliti terkait variabel penelitian yang biasanya ditandai dengan kalimat :jika... maka...
BAB
III : PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Setting
Penelitian
Sebutkan lokasi penelitian, waktu penyelenggaraan
penelitian (misal: Semester I, II,
bulan, tahun, dst.), dan karakteristik kelompok sasaran yang menjadi subjek
penelitian, serta bentuk aktivitas penggunaan ICT dalam pembelajaran.
B. Prosedur
Penelitian1. Gambaran Umum Penelitian
Uraikan gambaran umum penelitian yang dilakukan
termasuk jumlah dan prosedur siklus penelitian yang dilakukan.
a. Rincian
Prosedur Penelitian
Persiapan Tindakan
Sebutkan persiapan apa saja yang dilakukan (seperti analisis diagnostik untuk menspesifikasi masalah dan rincian penyebab timbulnya masalah), pembuatan alat-alat berbasis TIK dalam rangka tindakan, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan di kelas
Persiapan Tindakan
Sebutkan persiapan apa saja yang dilakukan (seperti analisis diagnostik untuk menspesifikasi masalah dan rincian penyebab timbulnya masalah), pembuatan alat-alat berbasis TIK dalam rangka tindakan, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan di kelas
b. Implementasi
Tindakan
Deskripsikan tindakan yang akan diambil, skenario kerja tindakan, dan prosedur tidakan yang digunakan peneliti
Deskripsikan tindakan yang akan diambil, skenario kerja tindakan, dan prosedur tidakan yang digunakan peneliti
c. Pemantauan
dan Evaluasi
Uraikan Prosedur pemantauan dan evaluasi tindakan, alat- alat pemantauan dan evaluasi yang digunakan, beserta kriteria keberhasilan tindakannya
Uraikan Prosedur pemantauan dan evaluasi tindakan, alat- alat pemantauan dan evaluasi yang digunakan, beserta kriteria keberhasilan tindakannya
d. Analisis
dan Refleksi
Uraikan prosedur analisis hasil pemantauan dan refleksi terhadap tindakan yang telah diambil, tim yang terlibat dalam analisis hasil pemantauan dan refleksi, kriteria dan rencana bagi tindakan daur ulang.
Uraikan prosedur analisis hasil pemantauan dan refleksi terhadap tindakan yang telah diambil, tim yang terlibat dalam analisis hasil pemantauan dan refleksi, kriteria dan rencana bagi tindakan daur ulang.
BAB
IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sajikan hasil penelitian atau temuan setelah tindakan dilaksanakan dan penyajian temuan harus sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan, dan dilakukan pembahasan secara lengkap tentang temuan atau hasil PTK tersebut. Pembahasan hendaknya memberikan penjelasan tentang kegagalan maupun keberhasilan penerapan TIK dalam pembelajaran, tentu bila salah satu atau keduanya ada, suatu tindakan
BAB
V : SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Simpulkan hasil penelitian yang diperoleh secara
lengkap, sesuai dengan masalah yang diteliti
B. Saran-
saran
Ajukan saran- saran untuk penerapan hasil penelitian
dan kemungkinan penelitian lebih lanjut dimasa mendatang.
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Silabus
2. Materi
Ajar
3. RPP
4. Media
Pembelajaran
5. Nilai
dan daftar hadir siklus 1-3
6. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru
7. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa
8. Foto
kegiatan Penelitian
9. Lampiran
lain-lain ( Undangan Seminar, Panitia Seminar, Notulen Seminar, Surat
Pernyataan Keoriginal Penelitian , Surat Keterangan Waktu Penelitian ,
Penyerahan PTK ke Perputakaan Sekolah)
CONTOH ABSTRAK
Wilandari, Rahmi. 2018. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a
match( Mencari Pasangan)dengan Media Kartu
Remi untuk meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Materi Permintaan dan
Penawaran
Di
Kelas X IIS 1 SMAN 21 Surabaya
Penelitian ini dilakukan dengan
tujuan menerapkan pembelajaran
Kooperatif Tipe Make
a Match ( Mencari Pasangan ) dengan Media Kartu Model Remi untuk meningkatkan Ketuntasan belajar Siswa
kelas X IIS1 di SMAN 21 Surabaya. Jenis penelitian ini
adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri dari 3 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IIS1 SMA Negeri 21 Surabaya.Tehnik Analisa data
untuk validitas soal menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson
Kesimpulan dari hasil penelitian
bahwa : (1) Rata-rata hasil Belajar siklus pertama 76,49 pada siklus kedua rata-rata hasil
belajar : 78,92 dan pada siklus ketiga rata-rata hasil belajar : 84,32 , (2) Pada siklus pertama siswa yang
dinyatakan tuntas sebesar 64,86 %, sedangkan untuk siklus kedua siswa yang
dinyatakan tuntas sebesar 75,68 % untuk siklus ketiga yang tuntas 89,19 %. (3) adanya respon positif dari siswa terhadap
penerapan Kartu Model Remi sebagai media pembelajaran. Berdasarkan angket
respon siswa sebagian besar siswa setuju dan sangat setuju dengan penerapan
pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan Kartu Model Remi. Hal ini
dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran
Kooperatif tipe Make a Match dengan Media Kartu Remi dapat meningkatkan
ketuntasan Belajar Siswa di SMAN 21 Surabaya
Kata kunci :
Kooperatif Make a Match , Ketuntasan Belajar Siswa, Media Kartu Model
Remi
CONTOH ABSTRACT
Wilandari, Rahmi. 2018. Application
of Cooperative Learning Type Make a match (Looking for Couples) with Playing
Card Media to enhance Student Learning Completeness Request and Supply
Materials
In Class X IIS 1 of SMAN 21
Surabaya
This research was conducted with
the aim of applying Cooperative Learning Type Make a Match (Looking for
Couples) with the Media Rummy Model Card to improve the mastery learning of
Grade X IIS1 students at SMAN 21 Surabaya. This type of research is a classroom
action research (CAR), which consists of 3 cycles. The research subjects were
students of class X IIS1 of SMA Negeri 21 Surabaya. Data Analysis Techniques
for the validity of the questions using the Pearson Product Moment Correlation
Formula
Conclusions from the results of
the study that: (1) The average learning outcomes of the first cycle 76.49 in
the second cycle the average learning outcomes: 78.92 and in the third cycle
the average learning outcomes: 84.32, (2) In the cycle first students who
declared complete by 64.86%, while for the second cycle students who were
declared complete by 75.68% for the third cycle who completed 89.19%. (3) there
is a positive response from students towards the application of the Rummy Model
Card as a learning medium. Based on student response questionnaires, most
students agreed and strongly agreed with the application of Make a Match type cooperative
learning with Rummy Model Cards. It can be concluded that the Cooperative
Learning type Make a Match with Rummy Card Media can improve the completeness
of Student Learning in SMAN 21 Surabaya
Keywords: Cooperative Make a Match,
Student Learning Completeness, Media Rummy Model Cards
III.
ARTIKEL ILMIAH
Untuk
Penulisan Artikel Ilmiah yang sedang (
1500 -2000 kata ) kita bisa menuliskan dalam beberapa Paragraf
-
Paragraf
1 ( berisi Pengantar dan Permasalahan )
-
Paragraf
2-10 ( Pembahasan dan Cara /
Altenatif Pemecahan / Solusi )
-
Paragraf ke 11 ( Kesimpulan )
-
Kertas ukuran A4 3- 4 halaman dengan
spasi 1,5
-
Jika untuk Lomba tergantung permintaan
panitia
Untuk
artikel Ilmiah pendek 500 -1000 kata sdh bisa menjadi artikel Ilmiah ( Jawa Pos )
Awalnya
beliau tertarik untuk menulis segala apa kejadian sehari-hari yang dialaminya. Misalnya, pada saat berangkat kerja ada kejadian
menarik. Setiba di sekolah langsung buka laptop, apa yang dilihat kejadian tadi
ditulis garis besarnya. Setelah sampai dirumah, buka lagi laptop untuk
melanjutkan cerita yang tertunda siang
hari. Dengan rendah hati, beliau mengutarakan jika tidak pandai merangkai kata-kata
untuk menjadi sebuah kalimat dan menjadi sebuah paragraf yang enak untuk
dibaca.
Untuk
menulis itu ada macam-macam penulis, ada Penulis Cerpen, ada penulis Novel,
ada penulis cerita bersambung
(Cerbung). Ada juga penulis Ilmiah. Kategori
Penulis Fiksi dan non Fiksi. Penulis artikelpun juga ada macamnya : penulis Umum ada Penulis buku teks.
Janganlah
enggan untuk memulai menulis. Jika ada waktu luang, selalu beliau habiskan untuk membaca di perpustakaan. Selain
perpustakaannya adem, tenang utk membaca
dan bisa menginspirasi untuk menulis.
Penulisan
KTI atau artikel dibutuhkan wawasan untuk rajin membaca baik buku cetakan atau
e book. Untuk Penelitian ada penelitian Deskriptif. Penelitian eksperimen (
penelitian murni) dan Penelitian
Tindakan Kelas ( PTK). Bagi guru PTK adalah harus bisa melaksanakan dan sangat mudah krn dari kejadian sehari saat
mengajar.
Dan
pertama kali beliau ikut lomba KTI ( PTK)
tahun 2013. Saat melaksanakan penelitian,
tidak punya target untuk menang. Yah...
hitung-hitung cari pengalaman. Saat
itu gencar-gencarnya workshop tentang Penulisan PTK dan Karya Ilmiah. Banyak
guru-guru pada penasaran bagaimana menulis PTK.
Sebuah
keberhasilan harus disertai usaha, semangat serta kerja keras. Terkadang kita lagi
mood menulis, jika penyakit malas kambuh
enggan lagi menulis. Mulailah belajar disiplin diri menulis setiap hari. Insya'allah
kalau sudah terbiasa akan enak, dan
kecanduan untuk selalu menulis dan menulis.
Wassalamu
alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Suminar

Komentar
Posting Komentar